Berbuka Puasa dengan yang Manis Bukan Sunnah

0
41

Rasulullah berbuka dengan kurma. Kalau tidak mendapat kurma maka beliau berbuka puasa dengan air. Namun di masyarakat kita sudah tersebar ungkapan, “Berbuka puasalah dengan makanan atau minuman yang manis”. Sumbernya dari mana? Tidak jelas. Malahan sebenarnya berbuka puasa
dengan makanan manis-manis yang penuh dengan gula (karbohidrat
sederhana) justru merusak kesehatan.

Dari Anas bin Malik ia berkata : “Adalah Rasulullah berbuka dengan Rutab (kurma yang lembek) sebelum shalat, jika tidak terdapat Rutab, maka beliau berbuka dengan Tamr (kurma kering), maka jika tidak ada kurma kering beliau meneguk air.” (Hadits riwayat Ahmad dan Abu Dawud)

Dari hadits tersebut sudah jelas bahwa yang benar-benar disunnahkan adalah yang sesuai dicontohkan Rasulullah. Rasulullah mencontohkan berbuka puasa dengan kurma atau air putih, bukan yang manis-manis. Sebab perlu kita ketahui bahwa rasa dari kurma yang masih segar itu tidak terlalu manis. Kurma segar merupakan buah yang bernutrisi sangat tinggi tapi berkalori rendah, sehingga tidak menggemukkan.

Kurma yang didatangkan ke Indonesia dalam kemasan-kemasan di bulan Ramadhan sudah berupa `manisan kurma’, bukan lagi kurma segar. Manisan kurma ini justru ditambahkan kandungan gulanya dengan jumlah kadar yang berlipat-lipat dengan tujuan agar bisa awet dan tahan lama. Makanya kurma-kurma yang sering kita dapatkan di sekitar kita rasanya seperti rasa gula merah. Harganya juga dijual murah meriah. Berbeda dengan kurma yang masih segar. Sangat jarang kita menemukan kurma
impor yang masih asli dan belum berupa manisan. Kalaupun ada, harganya jugai sangat mahal.

Berbuka Puasa dengan yang Manis Bukan Sunnah

Lalu bagaimana kalau makan atau minum yang manis ketika berbuka?

Jawabannya adalah boleh-boleh saja dan tidak ada yang melarang. Asalkan menyegerakan berbuka, itu juga sudah menjalankan sunnah. Kalau memang tidak ada buah kurma, mendingan minum air putih terlebih dahulu sebelum makan atau minum yang lainnya agar sunnahnya juga bisa didapatkan.

Perlu diingat juga bahwa berbuka puasa bukanlah ajang balas dendam. Semua yang ada di meja makan habis tak bersisa sehingga untuk menjalankan ibadah malam hari terasa beat karena berlebihan dalam makan dan minum. Sedangkan yang berlebihan itu dilarang dan akan mengakibatkan kemudaratan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here