Mau Punya Website? Mulai 50rb saja Anda sudah bisa punya website sendiri

CINTA dari Masa ke Masa

CINTA dari Masa ke Masa

CINTA terkadang tak mudah dimengerti
karena CINTA adalah bahasa hati
hanya yang memiliki hati saja yang mudah mengerti
CINTA di pelupuk mata terkadang ia mengemban dusta
CINTA di dasar hati adalah ketulusan tanpa pamrih
CINTA adalah kegilaan dibuatnya rela berkorban
CINTA karena Allah, sebuah fitrah kebenaran
Takut tertipu CINTA, hendaknya kembalikan CINTA pada yang Empunya CINTA
Siapalah Dia selain yang maha pencipta

CINTA yang mana yang tenar di zaman ini
CINTA yang penuh kepalsuan
CINTA berselimut hawa nafsu
CINTA pengundang petaka
CINTA yang durhaka
CINTA yang dusta
jadilah dia diperbudak CINTA

CINTA yang mana yang terasing di zaman ini
CINTA yang sebenar-benar CINTA
CINTA yang sejati
CINTA yang pasti
CINTA yang murni
CINTA yang haq
CINTA yang halal
CINTA berdasarkan fitrah
CINTA mengikut bimbingan-Nya
CINTA yang diridhoi-Nya
jadilah CINTA tunduk padanya

Sejatinya CINTA adalah kekuatan yang menguaatkan
Hadirnya adalah energi di luar manusia
CINTA bukanlah keputusasaan
Ia menjadi lambang perjuangan
Punggung yang rapuh menjadi tegak
Akal yang tumpul menjadi setajam anak panah yang meninggalkan busurnya

Jagalah CINTA
karena ia sekuntum bunga
ia harum dan indah
sekuntum bunga yang terdampar di semak belukar
tentu banyak ujian bagi yang hendak meraihnya
ada yang tersasar, ada pula yang terjebak

sehingga tak dapatkan kesempatan meraihnya
apalagi menjaganya

CINTA dari Masa ke Masa   CINTA terkadang tak mudah dimengerti  karena CINTA adalah bahasa hati  hanya yang memiliki hati saja yang mudah mengerti  CINTA di pelupuk mata terkadang ia mengemban dusta  CINTA di dasar hati adalah ketulusan tanpa pamrih  CINTA adalah kegilaan dibuatnya rela berkorban  CINTA karena Allah, sebuah fitrah kebenaran  Takut tertipu CINTA, hendaknya kembalikan CINTA pada yang Empunya CINTA  Siapalah Dia selain yang maha pencipta   CINTA yang mana yang tenar di zaman ini  CINTA yang penuh kepalsuan  CINTA berselimut hawa nafsu  CINTA pengundang petaka  CINTA yang durhaka  CINTA yang dusta  jadilah dia diperbudak CINTA   CINTA yang mana yang terasing di zaman ini  CINTA yang sebenar-benar CINTA  CINTA yang sejati  CINTA yang pasti  CINTA yang murni  CINTA yang haq  CINTA yang halal  CINTA berdasarkan fitrah  CINTA mengikut bimbingan-Nya  CINTA yang diridhoi-Nya  jadilah CINTA tunduk padanya   Sejatinya CINTA adalah kekuatan yang menguaatkan  Hadirnya adalah energi di luar manusia  CINTA bukanlah keputusasaan  Ia menjadi lambang perjuangan  Punggung yang rapuh menjadi tegak  Akal yang tumpul menjadi setajam anak panah yang meninggalkan busurnya   Jagalah CINTA  karena ia sekuntum bunga  ia harum dan indah  sekuntum bunga yang terdampar di semak belukar  tentu banyak ujian bagi yang hendak meraihnya  ada yang tersasar, ada pula yang terjebak  CINTA dari Masa ke Masa sehingga tak dapatkan kesempatan meraihnya  apalagi menjaganya   maka, CINTA yang lurus dengan bimbingan-Nya  tentu akan mudah mendapatinya  menjaga cinta dengan perjuangan  menghalau duri-duri yang tersembunyi  sehingga selamatlah bunga yang idah itu  ditanamlah ia di taman terjauhkan dari kekumuhan  menjadilah ia tetap harum dan indah  di tempat yang semestinya

maka, CINTA yang lurus dengan bimbingan-Nya
tentu akan mudah mendapatinya
menjaga cinta dengan perjuangan
menghalau duri-duri yang tersembunyi
sehingga selamatlah bunga yang idah itu
ditanamlah ia di taman terjauhkan dari kekumuhan
menjadilah ia tetap harum dan indah
di tempat yang semestinya

Leave a Reply