Curang itu Jurang

Ada kalanya kejujuran menjadi sesuatu yang sangat mahal. Sekarang semakin langka dan tidak mudah ditemui. Di saat kejujuran tidak lagi dijunjung tinggi maka yang menjadi raja ialah kebohongan.

Saat kebohongan berkuasa maka kecurangan pun naik tahta. Dialah yang membutakan mata. Dialah yang menjadi jurang.

Curang itu jurang pemisah sebenarnya dari kejujuran, dari yang disebut benar. Ini benar-benar terjadi. Siapa rajanya, lihatlah. Sang pengumbar kata.

Kata manis mana yang jadi nyata? Ah semua kecewa. Bumbunya di awal saja. Setelahnya ditambah air, ditambah lagi air, ditambah lagi dengan air bah. Bumbunya hanyut, isinya hanyut, wadahnya pun hanyut. Hanyutlah semua ditelan kecurangan. Hanyut segalanya terjerumus ke dalam jurang.

Curang itu Jurang

Masih adakah bumbunya? Masih punya. Masih adakah isinya? Ah entah. Masih adakah wadahnya? Bukan urusan saya. Masih adakah sisanya? Berhematlah!

Pengendara hewan liar gemar berkoar-koar tentang apa itu kebenaran. Curang menjadi jurang menjauhkannya dari yang disebut benar. Ini ada sejak dulu. Dulu pernah ada yang serupa. Di zaman ini mestinya belajar kepada para pendahulunya. Tidak ada kata puas jika terus seperti ini.

Yuk bantu share. Semoga jadi amal jariyah dengan ikut berbagi ilmu bermanfaat ini. Aamiin.
Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter
Pin on Pinterest
Pinterest
Share on Tumblr
Tumblr
Share on LinkedIn
Linkedin
Baca Juga:  Masa Lalu, Masa yang Terjauh. Adakah Kau Menyadari?
Rate this article!
Curang itu Jurang,5 / 5 ( 1votes )