Mau Punya Website? Mulai 50rb saja Anda sudah bisa punya website sendiri

Dengan Cara-Nya Engkau Terpelihara

Ada anak bertanya pada Ibunya. Nanya apa ya? Baca aja sendiri…

Sebuah cerita:
Ada seorang anak habis pulang mengaji di musholah seberang rumahnya dengan penuh penasaran dia mendekati ibunya. Sepertinya dia ingin mengatakan satu pertanyaan. Setelah dia melihat ibunya tenang, dia memulai pembicaraan. “Mah…, ade mau nanya nih. (nadanya manja khas anak2). Lalu mereka duduk bersebelahan dan kemudian sang ibu mempersilakan, “Mau nanya apa anakku?” (khas seorang ibu, jadi pengen ke tanah air 
T_T). “Tadi pa ustad bilang, kita harus menutup aurat seperti mamah sekarang. Rapi pake jilbab tertutup rapat. Terus kata pa ustad, kalo ga pake ga ditutup nanti bias ga masuk surge, ade kan takut kalo masuk neraka.” (ibunya nunggu pertanyaan anaknya dengan sabar) “Terus ade udah menutup aurat belum?” Anak kecil itu menjawab “Belum mah. Itu dia yang ingin ade tanyakan. Ade pengen banget kaya mamah pake jilbab rapi. Boleh gak mah kalo ade pake jilbab?” Sang ibu sangat kaget dan sepertinya ingin menolak permintaan sang anak, “Apa?”

“Iya mah, ade takut kalo ade ga pake jilbab bisa masuk neraka.” Sang ibu menjawab dengan lembut setelah kaget dengan penuh kesabaran, “Ade, mamah ga ngelarang kalo ade menutup aurat, tapi mamah menolak kalo ade memakai jilbab. Ade kan laki-laki. Hayo ketahuan, pasti tidur ya waktu pa ustad ngasih pengajian.” (Kena dech…) Sang anak tersenyum malu, “he..he.., Iya mah, lho kok tau”
“Mamah kan punya intel, lain kali jangan bandel ya” (Just Kidding)

Sekarang
Apa yang anda fikirkan tentang jilbab?
Apa itu jilbab?
Penting gak sih dibahas?
Buat siapa sih jilbab?
Apa sih yang jadi alasan harus berrrjilbab?
Semoga alasan ini belum memuaskan:

Pertama, karena perintah Allah di dalam Al Quran, surat Al Ahzab; 59 dan Surat An Nuur: 31.

Dengan Cara-Nya Engkau Terpelihara

Kedua, karena jilbab menjadi identitas utama bagi muslimah. Di mana pun kita berada bila kita mengenakan jilbab, kita dikenali sebagai muslimah (masih merujuk QS Al Ahzab; 59).


Ketiga, dengan mengenakan jilbab, muslimah lebih aman karena tidak diganggu. Pria lebih tertarik menggoda dan melakukan pelecehan seksual pada perempuan yang memakai pakaian you can see (everything?). Biasanya perempuan berjilbab justru sering disapa dengan salam (Assalaamu’alaikum) atau dengan perkataan: “Mau kemana, Bu Hajii?” (malah didoakan, amiin).

Keempat, dengan mengenakan busana muslimah, kita menjadi lebih merdeka dalam arti sebenarnya. Contoh kasus: saya kasihan sekali kalau melihat rekan perempuan yang memakai rok mini, naik kendaraan umum. Dalam kendaraan ia akan sangat gelisah dan berusaha menarik-narik rok mininya terus untuk menutupi pahanya. Kadang gelagapan menutupi bagian tersebut dengan tas kerjanya. Sangat tidak nyaman. Dengan mengenakan busana muslimah, kita bisa duduk dengan santai dan leluasa.

Kelima, dengan berjilbab, kita merdeka dari pandangan orang yang mengukur kita dari fisik semata. Kita tak lagi diukur dari besar kecilnya betis, pinggang atau bagian tubuh kita lainnya. Orang akan mengukur kita semata dari kebaikan hati dan kecerdasan kita.

Keenam, dengan berjilbab maka kontrol ada di tangan perempuan, bukan pria. Perempuan bebas mengontrol dan menentukan pria mana yang boleh atau yang tidak boleh melihatnya.
Ketujuh, bagi seorang gadis, dengan berjilbab pada dasarnya ia sudah melakukan proses seleksi terhadap calon suaminya kelak. Bukankah hanya pria baik-baik dan memiliki wawasan keislaman memadai yang berani melamar gadis berjilbab?

Ke delapan, jilbab tak pernah menghalangi muslimah untuk maju dalam kebaikan. Sejarah mencatat banyak perempuan agung di masa nabi SAW dan sesudahnya. Mereka mempunyai beragam profesi, berbagai kiprah dalam masyarakat dan prestasi yang tak pernah berhenti, sampai di medan perang sekali pun—tanpa pernah menanggalkan jilbab mereka.

Tentu saja jilbab bukan menjadi satu-satunya indikator ketakwaan seseorang. Tetapi jilbab menjadi salah satu realisasi amaliyah dari keimanan kita (iman harus dibuktikan dengan amal bukan?). Dan pada akhirnya amal tersebut akan menunjukkan sisi ketakwaan kita.

Jadi, mengapa harus takut dan ragu untuk berjilbab? Berani dong!

O ya lupa dikasih judul… gimana kalo judulnya “Pake Jilbab, Siapa Takut” (Ikhwan juga boleh baca…)


Sebuah Renungan

Indahnya bila ia terjaga
Akan selamatlah setiap pandangan
Terhindar dari fitnah
Yang kelak melumat seisi dunia

Tebar pesona tiada berharga
Tebarlah salam banyak fadhilahnya

Bukan saatnya menyalahkan
kinilah saat yang tepat untuk berbenah
jangan tunggu ada teguran
jangan tunggu keterlambatan

hari masih pagi
senja masih jauh di ujung jalan
Tiada berguna berhenti di tengah jalan
jika hendak memulai perubahan

ingatlah masa ada batasnya
selagi sempat maka ukirlah dan ukurlah
kenali diri kita lebih dalam
agar terasa kemahabesaran-Nya

Semoga kita semua mampu menjaga
Semoga kita semua terjaga
Semoga kita semua mendapatkan rahmat-Nya
Amin…


Semoga Bermanfaat.

Leave a Reply