Ditinggal Mudik Traffic Pengunjung Menurun Drastis


Suasana menjelang lebaran selalu ada aktivitas tahunan yaitu kembali ke kampung halaman. Berkumpul bersama keluarga besar mengobati rasa rindu yang terpendam dalam. Saya rasakan itu sendiri, walau sesaat meniggalkan keluarga kerinduan itu hadir kembali. Apalagi berbulan-bulan hingga bertahun-tahun di tanah rantau pastinya kerinduan itu membuncah, meluap tak terbendung ingin segera bersua.

emua orang di nusantara memiliki kesamaan rasa. Secara bersamaan mudik kembali ke kampung tempal lahir maka jalan-jalan penuh sesak namun mudik harus tetap dilakukan walau berjam-jam harus mau menunggu antrian dan harga tiket dinaikkan. Tak apalah, yang penting rasa rindu segera terobati.

Ditinggal Mudik Traffic Pengunjung Menurun Drastis

Aktivitas pun berubah selama mudik. Di kampung tidak sempat menulis mengurusi blog sebab dipenuhi agenda silaturahim. Setelah pulang harus berkumpul dengan keluarga, berbincang dan bercanda ria apalagi merantau telah memakan usia. Berbagi pengalaman berlangsung di sana. Jadi mana sempat mengurusi blog. Lebih senang menghabiskan waktu bersenang-senang bersama keluarga. Mumpung sedang liburan maka kesempatan ini mesti dimanfaatkan.

Inspirasi memang banyak, waktu luang juga ada tetapi yang namanya di kampung, sinyal terhambat. Meng9ntrol blog jadi terhambat juga. Apalagi ngisi blog, pasti tidak bisa dikerjakan. Galaunya ada sebab setelah berhasil membuka statistiknya pemirsa blog menurun 50%. Menyedihkan padahal suasana sedang berhari raya.

Bagi saya traffic blog sangat penting sebab dengan banyaknya pengunjung berarti blog saya banyak yang mengambil manfaatnya. Ilmu yang saya tebar bisa menyebar dan tidak kalah penting, di sinilah salahsatu sumber penghasilan.

Rindu terobati dan kesedihan akibat menurunnya traffic blog karena alasan tersebut terkalahkan dengan keceriaan bersama keluarga. Sebagai penutup, mumpung masih suasana lebaran, saya ucapkan selamat berhari raya, taqobalalloh minna wa minkum.

Leave a Reply