Mau Punya Website? Mulai 50rb saja Anda sudah bisa punya website sendiri

Islam Agama Para Nabi dan Rasul

Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada Pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu. (QS. An Nur: 35)

Islam adalah agama para nabi dan rasul Allah Subhanahu wa ta’ala yang menyebar ke seluruh dunia untuk menjadi petunjuk bagi umat manusia agar selalu menjalani kebaikan serta sebagai cahaya bagi semesta alam. Islam hadir tidak lain adalah supaya umat manusia mau memperhatikan ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan) Allah serta mengembalikan umat manusia kepada kefitrahan yaitu mengakui bahwa tiada tuhan selain Allah yang sering kita sebut sebagai aqidah tuhid serta Islam hadir untuk menjelaskan kepada mereka bahwa akan ada alam akhirat yang kekal setelah alam dunia yang fana sebagai tempat tinggal berikutnya.

Kehadiran Islam yang dibawa para rosul dari semenjak masa adam as hingga Muhammad saw adalah memiliki kesamaan tugas seperti yang disebutkan diatas bahwa mereka diutus untuk meluruskan aqidah, mengajak manusia untuk bertauhid. Sedangkan tugas berikutnya adalah untuk menyempurnakan akhlak yaitu membimbing manusia kepada agar senantiasa beramal shaleh, berbuat kasih sayang kepada sesama manusia maupun sesama mahluk Allah yang ada di alam dunia.
Allah SWT telah menjadikan Islam sebagai satu-satunya agama yang diridhai dan telah menjadikannya sebagai nikmat terbesar di atas dunia sesuai firman-Nya:
“…pada hari Ini Telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan Telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan Telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu…” (QS. Al Maidah: 3)

Dengan demikian hendaknya kita bersyukur telah berada dalam kenikmatan terbesar (Islam) ini. Di dalamnya kita merasakan kedamaian, ketentraman jiwa karena Islam senantiasa mengajarkan kepada kita untuk saling mengasihi dan menyayangi sesama muslim sebagai satu keluarga.

Dari uraian diatas kita telah mengetaahui bahwa Islam yang diajarkan para Rasul pada intinya adalah hanya mencakup dua aspek saja yaitu akidah dan amal yang lurus. Akidah yang lurus adalah bertauhid mengesakan Allah dan amal yang lurus adalah kesempurnaan akhlak yang mennghubungkan manusia dengan Allah SWT (mahluk dengan pencipta), sesama manusia, dan alam semesta (sesama mahluk Allah SWT). Marilah kita lebih jauh mengenal agama yang istimewa ini.

A. Mengenal Islam
Islam secara etimologi (bahasa) berasal dari kata salama yang berarti selamat. Ada pula pengertian Islam secara lafadz lain sebagai berikut:
1. Islamul wajhi (menundukkan pandangan)
Islam adalah agama tauihid yang mengakui bahwa tidak ada sesembahan lain selain Allah SWT maka maksud menundukan wajah di sini adalah bentuk penghambaan diri  mahluk terhadap sang pencipta, dibuktikan dengan amal kebaikan sesuai dengan akidah Islam. Firman Allah SWT:
“Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya.” (QS. An Nisa: 125)

2. Al Istislam (berserah diri)
sebagai mahluk Allah SWT hendaknya kita senantiasa patuh dan taat kepada-Nya sebagai sikap penyerahan diri kepada Allah untuk menyatakan penghambaan diri mahluk di hadapan tuhan yang telah menciptakannya.
“Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan Hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.” (QS. Ali Imran: 83)

3. As Salamu (keselamatan kesejahteraan)
Indahnya Islam terasa ketika setiap muslim tanpa ragu-ragu menunjukkan identitasnya ketika berjumpa yaitu dengan mengucapkan salam saling mendo’akan keselamatan dan kesejahteraan bagi saudaranya seaqidah.
“Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat kami itu datang kepadamu, Maka Katakanlah: “Salaamun alaikum. Tuhanmu Telah menetapkan atas Diri-Nya kasih sayang, (yaitu) bahwasanya barang siapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan, Kemudian ia bertaubat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al An’am: 54)

4. As Salaamah (suci bersih)
sebagai salah satu kekhasan Islam adalah mengutamakan kesucian dan kebersihan baik secara ruhiyah maupun fisik.  Sebagaimana firman Allah SWT sebagai berikut.
“Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,” (QS. Asy Syuraa: 89)
Dari ayat di atas mengindikasikan bahwa ketika kita hendak menghadap Allah SWT harus dalam keadaan seci dan bersih seperti ketika melaksanakan shalat sebagai bentuk penghambaan yang secara langsung menghadap keharibaan Allah SWT. Apalagi ketika masa kita hidup di dunia telah habis maka pertanggungjawabannya adalah kesucian ruhiyah, bersih dari segala noda-noda dosa.

5. As Silmi (perdamaian)
Islam hadir di tengah manusia tiadalain bertujuan sebagai petunjuk supaya tidak menyimpang dari kefitrahan sebagai hamba Allah SWT.
“Janganlah kamu lemah dan minta damai padahal kamulah yang di atas dan Allah pun bersamamu dan dia sekali-kali tidak akan mengurangi pahala amal-amalmu.” (QS. Muhammad: 35)
“Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, Masuklah ke dalam syurga-Ku.” (QS. Al Fajr: 27-30)

Dengan demikian ketika kita menjalani kehidupan sesuai fitrah niscaya akan terciptalah ketentraman dan kedamaian dalam jiwa.

Setelah kita mengetahui pengertian Islam secara lafadz, kali ini penulis mencoba menjelaskan pengertian Islam menurut Istilah sesuai hadits rasulullah saw yang diriwayatkan imam lima kecuali imam Bukhory, bahwa rasulullah saw bersabda, “Islam adalah bersaksi tidak ada tuhan melainkan Allah, Muhammad adalah utusan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, shaum di bulan Ramadhan, dan berhaji bagi yang mampu melaksanakannya.”

Dari hadits tersebut penulis mengartikan Islam sebagai suatu ajaran tauhid yang mengatur berbagai aspek kehidupan manusia agar segala aktivitas manusia sejalan dengan wahyu yang disampaikan kepada rasul-Nya sebagai pedoman kehidupan di dunia.
Agama Islam mencakup seluruh kemaslahatan yang terkandung di dalam agama-agama terdahulu. Islam memiliki keistimewaan, yaitu cocok dan sesuai untuk setiap masa, tempat dan kondisi ummat.

“Artinya : Dan Kami turunkan kepadamu al-Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain…”[Al-Maa-idah: 48]

Islam dikatakan cocok dan sesuai di setiap masa, tempat dan kondisi ummat maksudnya adalah berpegang teguh kepada Islam tidak akan menghilangkan kemaslahatan ummat bahkan, dengan Islam ini ummat akan menjadi baik, sejahtera, aman dan sentausa. Tetapi harus diingat bahwa Islam tidak tunduk terhadap masa, tempat dan kondisi ummat sebagaimana yang dikehendaki oleh sebagian orang. Apabila ummat manusia menginginkan keselamatan di dunia dan di akhirat, maka mereka harus masuk Islam dan tunduk dalam melaksanakan syari’at Islam.

Agama Islam adalah agama yang benar, Allah menjanjikan kemenangan kepada orang yang berpegang teguh kepada agama ini dengan baik, namun dengan syarat mereka harus mentauhidkan Allah, menjauhkan segala perbuatan syirik, menuntut ilmu syar’i dan mengamalkan amal yang shalih.

Pertanyaannya, ketika kita mau mendapatkan kemenangan itu apakah setiap diri kita telah siap melaksanakan syarat-syarat di atas? Ya, kita masih belajar, pasti belum mampu seratus persen dalam pelaksanaannya. akan tetapi setidaknya kita telah berusaha merealisasikannya, bukan? Mari kita mulai dengan cara bertahap dari yang terkecil dan dilaksanakan saat ini juga. Insya Allah kita semua pasti bisa.


Pembukaan

BAB 1BAB 2BAB 3BAB 

BAB 5BAB 6BAB 7

BAB 8BAB 9

Leave a Reply