Kata-kata yang Dapat Menyakitkan Hati Saat Silaturahmi

Bersilaturahmi merupakan sebuah aktivitas positif yang dianjurkan dalam agama Islam. Selain itu silaturahmi bisa mendatangkan banyak manfaat. Manfaat silaturahmi salah satunya bisa memperbanyak teman, sahabat, dan kerabat. Dengan silaturahmi seseorang tidak akan pernah merasa kesusahan sebab dalam silaturahmi yang bisa membuat seseorang banyak sahabat itu niscaya ada saja diantara para sahabatnya mampu dan mau membantu meringankan beban orang tersebut.

Silaturahmi ada pula yang mendatangkan masalah dan mengakibatkan berdosa yaitu apabila silaturahminya tidak sesuai dengan ajaran agama atau bahkan perkumpulan dan pertemuannya saja sudah dilarang. Salah satu contoh silaturahmin seperti ini misalnya di dalamnya terdapat ghibah yaitu membicarakan kejelekan seseorang kepada teman-temannya sebagai bahan hiburan atau olok-olokan. Silaturahmi seperti ini dilarang sebab dapat berakibat negatif dan melakukannya tidak lain akan mendapatkan dosa. Apalagi di dalamnya terdapat jenis maksiat, tentu pasti sangat berbahaya sekali jika terjadi.

Silaturahmi sebaiknya dijadikan sebagai ajang untuk mengerjakan hal-hal positif agar bisa mendapatkan keutamaan dan maslahatnya. Sebagai perbuatan positif yang dapat mempererat tali kekeluargaan ini ada kalanya sering keceplosan entah basa-basi atau apa, ada saja terdapat kata-kata yang dapat menyakitkan hati seseorang di saat bersilaturahmi.

Silaturahmi sebaiknya dijadikan sebagai ajang untuk mengerjakan hal-hal positif agar bisa mendapatkan keutamaan dan maslahatnya. Sebagai perbuatan positif yang dapat mempererat tali kekeluargaan ini ada kalanya sering keceplosan entah basa-basi atau apa, ada saja terdapat kata-kata yang dapat menyakitkan hati seseorang di saat bersilaturahmi.

Perkataan-perkataan yang dapat menyakitkan hati seseorang saat silaturahmi ini contohnya seseorang yang baru ketemu sekian lamanya dan melihat perubahan pada tubuh kawannya seraya mengucapkan “Wah sekarang kamu sudah gemukan ya, padahal dulu kerempeng”, atau sebaliknya, “Kamu sekarang langsing banget, berapa kilo sekarang?”. Selain itu ada lagi yang sudah nikah ketemu temannya saat mudik lalu menanyakan, “Kapan kawin?”, “Kapan nyusul?”, yang lebih menyakitkan lagi, “Kapan lakunya?”.

Sebagai orang yang sayang pada teman tentunya perkataan itu tidak akan dikeluarkan dari mulut kita sebab kita tahu bahwa menyakiti hati mereka akan mengakibatkan tali silaturahmi meregang. Meskipun mudah dipulihkan dengan kata maaf namun tetap perkataan itu membekas bahkan bisa menular. Maksud menular ini yaitu ketika teman tersebut merasa perkataan itu dianggap sebagai lelucon bisa jadi akan diucapkan berulang kali kepada teman-teman lainnya dan seterusnya. Hal yang perlu diperhatikan yaitu apakah perkataan tersebut bisa menyakitkan hati atau tidak. Apabila itu menyakiti hati seseorang, segeralah meminta maaf pada orang yang bersangkutan. Tetapi bagi kita hendaknya selalu menjaga lisan dan hendaknya sebagai sahabat selalu memberi motivasi dan jalan keluar bagi mereka.

Baca Juga:  Ketika Dosa Tercium Baunya
Yuk bantu share. Semoga jadi amal jariyah dengan ikut berbagi ilmu bermanfaat ini. Aamiin.
Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter
Pin on Pinterest
Pinterest
Share on Tumblr
Tumblr
Share on LinkedIn
Linkedin