Mau Punya Website? Mulai 50rb saja Anda sudah bisa punya website sendiri

Kominfo Luncurkan Kampung Batik Siberkreasi Gunungkidul

Pusatsemangat.com – “Kominfo Luncurkan Kampung Batik Siberkreasi Gunungkidul”. Selamat menikmati info menarik dari kami. Jangan lewatkan untuk membaca informasi ini sampai selesai. Semoga bisa berikan inspirasi.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Republik Indonesia memperkenalkan Kampung Batik Manding Siberkreasi, di Dusun Kepek 1, Desa Kepek, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul, DI Yogyakarta, Selasa (2/10/2018) malam. Sebagian hunian di dusun Kepek 1 menyediakan displai batik yang dihasilkan oleh warga.

Direktorat Jenderal (Dirjen) Aplikasi dan Informatika (Aptika) Kemkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan menyampaikan, perpaduan batik dan era digital adalah satu kesatuan dalam kampung siberkreasi. Teknologi dan seni jadi menyambung.

Teknologi digital bisa dimanfaatkan untuk menyebarkan dan mendesain. Sementara keahlian membatik oleh manusia harus tetap dipertahankan.

“Kita ini di era digital art jadi hal yang unik. Teknologi dan seni jadi menyambung, justru yang art kayak gini itu menjadi hal yang unik di dunia digital, mereka dahaga dengan hal-hal yang kayak gini, jadi memang kita kombinasikan,” katanya.

Baca pula: Cari Batik Murah? Coba ke 5 Sentra Penjual Batik Ini

Bila tiap desa memiliki produk unggulan dengan ciri khas masing-masing maka Indonesia memiliki 75.000 hingga 80.000 produk unggulan.

Produk-produk batik ketika ini, menurutnya telah ada inovasi, baik warna atau yang lainnya sehingga bisa diterima kalangan muda. “Ini ialah salah satu contoh di mana kemajuan teknologi itu harus membawa nilai-nilai kreatif seperti itu yang ditonjolkan,” katanya.

“Namun bagaimanapun inilah ciri khasnya batik di Indonesia, yang dikerjakan oleh manusia. Ini menurut saya ialah narasi yang perlu ditambahkan setiap kita menjual batik,” ucapnya.

Baca pula: Kenalkan Batik, Dua Pendaki Naiki Tujuh Gunung Tertinggi di Jateng

Ketua Kampung Batik Manding Siberkreasi, Guntur Susilo mengungkapkan Kampung Siberkreasi adalah wujud dari pemikiran lama masyarakat sekitar untuk mengelola batik secara mandiri.

“Ketika ini ada 15 hunian yang menyediakan batik yang dikelola oleh koperasi. Kenapa kita menggunakan koperasi sebab ingin agar tak ada persaingan tak sehat, dan akhir tahun akan diberikan sisa usaha bagi anggota,” ucapnya.

Masing-masing hunian pula mempunyai desain batik yang berbeda tergantung pemiliknya. Namun yang khas di dusun itu batik. “Jenis motifnya macam-macam, tetapi andalannya motif Manding dan Wonopawiro,” sambung Guntur.

Salah satu rumah warga di Kampung Batik Manding Siberkreasi, Kepek 1, Kepek, Wonosari, Gunungkidul, DI Yogyakarta menyediakan batik khas Gunungkidul. KOMPAS.com/MARKUS YUWONO Salah satu hunian warga di Kampung Batik Manding Siberkreasi, Kepek 1, Kepek, Wonosari, Gunungkidul, DI Yogyakarta menyediakan batik khas Gunungkidul.

Guntur mengakui dukungan Pemerintah mendorong maju dan berkembangnya komunitas kelompok industri kecil batik tak hanya pelestarian budaya, tetapi mendorong tumbuhnya gerakan pemberdayaan masyarakat dan pula peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat desa.

Pengurus Kampung Batik Manding Siberkreasi lainnya FX Endro Tri Guntoro menambahkan batik harus mampu bersaing dengan produk-produk luar negeri.

“Batik harus bersaing dengan merek-merek luar negeri. Menolak produk luar negeri berarti harus memakai produk dalam negeri. Bukan memakai barang luar negeri yang lain,” ucapnya.

Pentingnya anak muda turun dalam promosi batik salah satunya dengan memanfaatkan media sosial. “Kita terbuka bagi wilayah lain di Gunungkidul maupun Yogyakarta untuk berkolaborasi memasarkan batik, sebab kami pula milik jaringan baik dalam maupun luar negeri,” katanya.

Terimakasih telah membaca informasi dari kami tentang “Kominfo Luncurkan Kampung Batik Siberkreasi Gunungkidul”. Informasi ini pernah diterbitkan di sini. Jangan sampai tak baca informasi menarik lainnya ya.

Leave a Reply