Kue Pernikahan Harry-Meghan Mendobrak Tradisi “Royal Wedding”

0
55

Pusatsemangat.com – “Kue Pernikahan Harry-Meghan Mendobrak Tradisi “Royal Wedding””. Selamat menikmati info menarik dari kami. Jangan lewatkan untuk membaca informasi ini sampai selesai. Semoga dapat memberikan inspirasi.

KOMPAS.com – Kue pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle memerlukan enam orang baker (tukang roti dan kue) selama lima hari untuk menyiapkan kue yang akan mendobrak tradisi pernikahan keluarga kerajaan Inggris.

Pernikahan itu sendiri akan berlangsung Sabtu (19/5/2018) di kapel St George’s Chapel, Istana Windsor, London, Inggris.

Violet Cakes Bakery merupakan toko kue yang ditunjuk pasangan Harry dan Meghan untuk membuat kue pernikahan mereka. Toko ini berada di Hackney, London timur. Proses pembuatannya sendiri berlangsung di dapur Istana Buckingham, London.  

Seperti dikutip dari Reuters, menurut Claire Ptak, pemilik Violet Cakes yang juga merancang kue tersebut, kue yang ia desain lebih merupakan sebuah “instalasi” dibanding kue pernikahan pada umumnya.

Baca juga: Claire Ptak, Koki di Balik Kue Pernikahan Pangeran Harry dan Meghan

Pasangan Harry-Meghan memutuskan untuk mendobrak tradisi kerajaan dengan memilih kue sponge dengan rasa lemon dan elderflower dengan buttercream icing, dan dihiasi bunga segar.

Selama ini, tradisi kerajaan menggunakan fruitcake sebagai kue pernikahan untuk royal wedding. Kue padat berisi buah kering dan kacang-kacangan tersebut diberi alkohol.

Teksturnya yang cenderung kering dan berisi alkohol, membuatnya tahan lama untuk disimpan. Bagian paling atas dari fruitcake bertingkat tersebut akan disimpan untuk disajikan saat pembaptisan anak pertama dari pasangan tersebut.

Baca juga: Pernikahan Harry dan Meghan Diprediksi Tarik 4 Juta Turis

Ptak menuturkan bahwa Harry dan Meghan memilih rasa lemon dan bunga elder karena mereka ingin merasakan bahan yang sedang musim. Elferflower sendiri khas Inggris, sedangkan

“Ketika saya pertama kali diminta mempresentasikan ide untuk kue tersebut, saya berikan beberapa pilihan rasa dan desain. Mereka memutuskan pilihan secara bersama-sama sebagai pasangan,” kata Ptak kepada BBC.

Ptak berasal dari California, Amerika Serikat. Ia sempat bekerja di sebuah restoran di Berkeley dan kemudian pindah ke London. Awalnya ia berjualan di sebuah pasar di London. Pada tahun 2010, ia mendirikan toko kue dengan bahan-bahan organik.

Mantan koki kerajaan, Darren McGrady, yang memasak untuk Putri Diana dan anak-anaknya (Harry dan William) pada tahun 1993-1997, menuturkan kepada Entertainment Tonight pada awal tahun ini, bahwa Pangeran Harry dan Pangeran William sangat menyukai dessert dengan rasa pisang saat tumbuh dewasa di istana.

Claire Ptak, pemilik Violet Bakery dan Izaak Adams (head baker) tengah membuat kue pernikahan untuk Harry dan Meghan Markle. REUTERS/Hannah McKay/Pool Claire Ptak, pemilik Violet Bakery dan Izaak Adams (head baker) tengah membuat kue pernikahan untuk Harry dan Meghan Markle.

Ia memang tidak berpikir bahwa kue pernikahan Harry bakal memiliki rasa pisang. Namun ia memprediksi bahwa ada kemungkinan kue pernikahan yang dipilih akan memiliki rasa yang tidak konvensional.

“Ini bisa jadi pertama kalinya mereka mendobrak tradisi dengan tidak menggunakan kue fruitcake yang tradisional,” ungkapnya kepada ET.

Tradisi Fruitcake

Sebagai gambaran, pada pernikahan Pangeran William (kakak Harry) dan Kate pada tahun 2011, menggunakan fruitcake yang diberi brandy (sejenis minuman beralkohol).

Perancang kue pernikahan untuk kue ini, Fiona Cairns diberikan instruksi yang jelas bahwa kreasinya tidak boleh terlalu mencolok dan mewah.

Walau begitu, kue pernikahan itu terdiri dari delapan tingkat dengan ketinggian satu meter. Beratnya mencapai 100 kilogram dan didekorasi dengan 17 jenis gula berbentuk bunga.

Namun pada resepsi pernikahan, William dan Kate menyajikan dua kue. Selain kue pernikahan berupa fruitcake delapan tingkat, ada kue yang terbuat dari biskuit cokelat yang merupakan kesukaan Pangeran William.

Fiona Cairns diberi tugas membuat kue William dan Kate pada 18 Februari 2011 dan pernikahan berlangsung pada 29 April 2011. Karena kue yang dipakai adalah fruitcake, maka ia bisa mulai memanggangnya pada bulan Maret. Barulah beberapa hari sebelum hari pernikahan, Cairns dan tim mulai menyusun dan menghias kue itu.

Namun kue sponge yang digunakan untuk pernikahan Harry dan Meghan, tidak memiliki ketahanan waktu yang lama seperti fruitcake. Apalagi kue akan dihiasi dengan bunga segar, bukan bunga dari gula. Sehingga waktu bagi Claire Ptak membuat kue ini lebih sedikit dibanding Fiona Cainrs.

Cairns memiliki waktu beberapa bulan untuk menyiapkan kue. Sementara itu, Cairns kepada Townandcountrymag.com, memprediksi bahwa Ptak dan timnya hanya memiliki waktu beberapa hari saja.

Tradisi menggunakan fruitcake sebagai kue pernikahan sudah ada sejak abad ke-18 dan terus berlanjut hingga saat ini, sejak Ratu Victoria menikah. Setiap perayaan di Inggris, seperti pernikahan dan Natal, fruitcake dipilih sejak zaman abad pertengahan. Ini masa ketika kulkas belum diciptakan dan fruitcake bisa awet disimpan.

Namun Pangeran Harry dan Meghan bukanlah anggota keluarga kerajaan yang pertama mendobrak tradisi ini. Pangeran Edward dan Sophie Rhys-Jones menyajikan kue pernikahan berupa devil’s food cake yang dibuat oleh Linda Fripp saat pernikahan mereka pada tahun 1999.

Terimakasih telah membaca informasi dari kami tentang “Kue Pernikahan Harry-Meghan Mendobrak Tradisi “Royal Wedding””. Informasi ini pernah diterbitkan di sini. Jangan sampai tidak baca informasi menarik lainnya ya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here