Mahluk Istimewa Bernama Wanita

Berawal dari membaca buku “Agar Bidadari Cemburu Padamu” karya Salim A. Fillah, penulis memulai menyusun pembahasan ini. Ya, yang bernama perempuan tak pernah ada habisnya jika dibahas. Pasti selalu berhubungan dengan pakaian. Memang seperti demikian adanya, pakaian bagi manusia merupakan salah satu kebutuhan primer, apalagi yang mengaku muslimah, masalah pakaian harus ditangani lebih serius. 

Di zaman ini telah banyak tersebar berbagai model pakaian yang jauh dari ketentuan syariat akhirnya berakibat banyak maksiat. Berpakaian ketat, tebar pesona, pamer aurat, dengan berjalan seakan dibuat-buat. Pemahaman tentang pentingnya menutup aurat kali ini rupanya sudah hampir terkikis lagi walaupun perjuangan para aktivis muslimah setelah sekian lama selalu mengumandangkannya. Pejuangan tinggallah perjuangan, hanya sedikit yang bertahan menghadapi westernisasi. Pengaruh media sangat signifikan menghipnotis seluruh muslimah dengan kehedonisan lewat tayangan yang kurang bermutu, mempertontonkan hidup glamornya. Sekarang masyarakat sangat membutuhkan model tandingan untuk menyaingi para penebar pesona melalui busana muslimah yang sebenarnya yaitu berjilbab sesuai syari’at.

A. Pake Jilbab? Siapa Takut

Sebuah cerita:
Ada seorang anak habis pulang mengaji di musholah seberang rumahnya dengan penuh penasaran dia mendekati ibunya. Sepertinya dia ingin mengatakan satu pertanyaan. Setelah dia melihat ibunya tenang, dia memulai pembicaraan. “Mah…, ade mau nanya nih. (nadanya manja khas anak2). Lalu mereka duduk bersebelahan dan kemudian sang ibu mempersilakan, “Mau nanya apa anakku?” (khas seorang ibu, jadi pengen ke tanah air T_T). “Tadi pa ustad bilang, kita harus menutup aurat seperti mamah sekarang. Rapi pake jilbab tertutup rapat. Terus kata pa ustad, kalo ga pake ga ditutup nanti bisa ga masuk surga, ade kan takut kalo masuk neraka.” (ibunya nunggu pertanyaan anaknya dengan sabar) “Terus ade udah menutup aurat belum?” Anak kecil itu menjawab “Belum mah. Itu dia yang ingin ade tanyakan. Ade pengen banget kaya mamah pake jilbab rapi. Boleh gak mah kalo ade pake jilbab?” Sang ibu sangat kaget dan sepertinya ingin menolak permintaan sang anak, “Apa?”
“Iya mah, ade takut kalo ade ga pake jilbab bisa masuk neraka.” Sang ibu menjawab dengan lembut setelah kaget dengan penuh kesabaran, “Ade, mamah ga ngelarang kalo ade menutup aurat, tapi mamah menolak kalo ade memakai jilbab. Ade kan laki-laki. Hayo ketahuan, pasti tidur ya waktu pa ustad ngasih pengajian.” (Kena dech…) Sang anak tersenyum malu, “he..he.., Iya mah, lho kok tau.”
“Mamah kan punya intel, lain kali jangan bandel ya” (Just Kidding)

Mengapa Perempuan harus berjilbab? Berikut ini ada beberapa alasan yang mesti diperhatikan.
Pertama, karena perintah Allah di dalam Al Quran, surat Al Ahzab; 59 dan Surat An Nuur: 31.
Kedua, karena jilbab menjadi identitas utama bagi muslimah. Di mana pun berada bila mengenakan jilbab, akan dikenali sebagai muslimah (QS Al Ahzab; 59).
Ketiga, dengan mengenakan jilbab, muslimah lebih aman karena tidak akan diganggu. “Sepeninggalku tak ada fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada wanita”. (HR. Bukhari)
Jikalau wanita pada jaman Rasul merupakan fitnah terbesar bagi laki-laki padahal wanita pada jaman ini konsisten terhadap jilbab mereka dan tak banyak lelaki jahat saat itu, maka bagaimana wanita pada jaman sekarang? Tentunya akan menjadi target pelecehan. Hal ini telah terbukti dengan tingginya pelecehan di negara-negara Eropa (wanitanya tidak berjilbab).
Keempat, dengan mengenakan busana muslimah, kaum perempuan menjadi lebih merdeka dalam arti sebenarnya. Contoh kasus: saya kasihan sekali kalau melihat perempuan yang memakai baju adiknya, naik kendaraan umum. Dalam kendaraan ia akan sangat gelisah dan berusaha menarik-narik baju mungilnya. Berbeda dengan yang mengenakan busana muslimah, dia bisa duduk dengan santai dan leluasa.
 
Kelima, dengan berjilbab, akan merdeka dari pandangan orang yang mengukur perempuan dari fisik semata. Perempuan tak lagi diukur dari besar kecilnya betis, pinggang atau bagian tubuh lainnya. Orang akan mengukurnya semata dari kebaikan hati dan kecerdasan.
Keenam, dengan berjilbab maka kontrol diri ada di tangan perempuan, bukan pria.
Ketujuh, bagi seorang gadis, dengan berjilbab pada dasarnya ia sudah melakukan proses seleksi terhadap calon suaminya kelak. Bukankah hanya pria baik-baik dan memiliki wawasan keislaman memadai yang berani melamar gadis berjilbab?
Kedelapan, jilbab tak pernah menghalangi muslimah untuk maju dalam kebaikan. Sejarah mencatat banyak perempuan agung di masa nabi saw dan sesudahnya. Mereka mempunyai beragam profesi, berbagai kiprah dalam masyarakat dan prestasi yang tak pernah berhenti, sampai di medan perang sekali pun tanpa pernah menanggalkan jilbab mereka.
Kesembilan, Akan seperti biadadari surga. Dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang menundukkan pandangannya, mereka tak pernah disentuh seorang manusia atau jin pun sebelumnya. (QS. Ar-Rahman: 56)
Mereka laksana permata yakut dan marjan. (QS. Ar-Rahman: 58)
Mereka laksan telur yang tersimpan rapi. (QS. Ash-Shaffaat: 49)

Baca Juga:  Aku Juga yang Salah

Dengan berjilbab, wanita akan memiliki sifat seperti bidadari surga. Yaitu menundukkan pandangan, tak pernah disentuh oleh yang bukan mahramnya, yang senantiasa dirumah untuk menjaga kehormatan diri. Wanita inilah merupakan perhiasan yang amatlah berharga.
Tentu saja jilbab bukan menjadi satu-satunya indikator ketakwaan seseorang. Tetapi jilbab menjadi salah satu realisasi amaliyah dari keimanan (iman harus dibuktikan dengan amal bukan?). Dan pada akhirnya amal tersebut akan menunjukkan sisi ketakwaan.

B. Antara Jilbab Syar’i dan Jilbab Funky

1.    Jilbab Syar’i
Patut kita syukuri karena di zaman ini kaum perempuan yang ber KTP Islam sudah tak malu lagi berjilbab dan telah membudaya hingga ke pelosok-pelosok negeri dan sudah dianggap sebagai suatu kebiasaan berpakaian di setiap kesehariannya.Akan tetapi jilbab haruslah memenuhi ketentuan syar’I sesuai firman Allah SWT:
“Katakanlah kepada perempuan yang beriman, ‘hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan pehiasaannya kecuali yang biasa nampak dari pandangan. Dan hendaklah mereka menutupkan kainkerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau keapda ayah mereka, atau putra-putra mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putra-putra suami mereka, atau perempuan- perempuan Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan- pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap  kaum perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat kaum perempuan. dan janganlah mereka memukul kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung”. (Qs An Nur : 31)

Bagaimana jilbab yang dimaksud dalam ayat diatas, setidaknya harus memenuhi syarat-syarat hijab atau jilbab sebagai berikut  dan inilah jilbab yang syar’i dan benar :
a.    Menutupi seluruh tubuh, sebagaimana yang difirmankan Allah, “Hendaklah mereka itu mengeluarkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. (Qs Al Ahzab : 59)
b.    Maksud dari hijab itu sendiri adalah untuk menghalangi penglihatan laki-laki. Jadi, bukan yang tipis, pendek, ketat, tau berkelir serupa dengan kulit, hingga dapat terlihat transparan.
c.    Harus yang longgar, sehingga tidak menampakkan tempat- tempat yang menarik pada anggota tubuh.
d.    Tidak diberi wangi-wangian, hal ini telah diperingatkan oleh Rasulullah saw : “Sesungguhnya seorang perempuan yang memakai wangi- wangian kemudian melewati kaum (laki-laki) bermak- sud agar mereka mencium aromanya, maka ia telah melakuk- an perbuatan zina”. (HR Tirmidzi)
e.    Tidak menyerupai pakaian laki-laki, “Nabi saw melaknat laki-laki yang mengenakan pakaian perempuan, dan seorang perempuan yang mengenakan pakaian laki-laki”. (HR Abu Dawud dan An Nasai).
f.    Tidak menyerupai pakaian orang kafir, “Siapa yang meniru suatu kaum, maka ia berarti dari golongan mereka”. (HR Ahmad)
g.    Berpakaian karena ingin dipuji, “Siapa yang mengenakan pakaian tersohor (bermaksud supaya dikenal) di dunia, maka Allah akan mem- berinya pakaian hina di hari Kiamat, lalu dinyalakan apa pada pakaian tersebut.” (HR Abu Dawud

2.    Jilbab Funky

Jilbab di masakini seakan telah berubah, jauh dari syari’at, lebih terkesan trendy dan mode atau lebih dikenal dengan jilbab funky. Diantara penyimpangan-penyimpangannya  yang ada, antara lain :
a.    Tidak ditutupnya seluruh bagian tubuh. Telah dianggap sepele seperti tersingkapnya bagian mata kaki padahal semestinya pakaian perempuan itu harus menutupi mata kaki. Berikutnya adalah dililitkannya jilbab ke leher atau dimasukkan ke baju. Yang lebih jauh lagi, remaja putri  berjilbab tapi lengan pakaiannya digulung atau dibuka hingga ke siku mereka.
b.    Berjilbab dengan pakaian ketat, pakaian yang berkaos, ataupun menggunakan pakaian yang tipis, sehingga walaupun perempuan tersebut telah menggunakan jilbab, tapi lekuk-lekuk tubuh mereka dapat diamati dengan jelas.
c.    Bercelana panjang bahkan terkadang memakai celana jeans. Yang perlu ditekankan dan telah diketahui dengan jelas bahwa celana jeans bukanlah pakaian syar’i untuk kaum muslimin, apalagi perempuan.
d.    Di sekitar kita banyak muslimah yang memakai jilbab bersifat temporer yaitu berjilbab hanya pada saat tertentu atau pada kegiatan tertentu. Setelah itu jilbab dicopot dan tekadang tidak sampai menutup rambut kepala atau asal nyangkut.

C. Jilbab dan Sains Modern
Ada banyak sekali manfaat yang dapat di peroleh dari memakai jilbab, baik dari segi sosial, kesehatan maupun politik. Tetapi dalam kali ini hanya akan di bahas dari segi kesehatan saja. Manfaat jilbab bagi kesehatan :
1. Mencegah dari penyakit kulit
Jilbab mencegah berbagai penyakit kulit. Kulit kita terdiri dari epidermis, dermis, dan subcotaneous layers. Banyaknya penyakit kulit di sebabkan oleh sinar matahari yang secara langsung terkena kulit terutama sinar UV. Apa lagi pada saat ini telah banyaknya lapisan ozon yang berkurang mengakibatkan semakin banyaknya sinar UV yang masuk ke bumi. Lapisan ozon berfungsi menyerap semua sinar bergelombang pendek agar tidak mengenai bumi. Sinar UV adalah sinar tak nampak yang merupakan bagian dari energi yang dipancarkan matahari.
Sinar ini memiliki 3 panjang gelombang yang berbeda, yaitu; A,B,C. Panjang gelombang A berkisar 315-400 nm, gelombang jenis A menyebabkan kulit terbakar (sunburn) setelah terkena sinar matahari dalam waktu yang lama. Panjang gelombang jenis B berkisar antara 280-315 nm, gelombang jenis B menyebabkan kanker kulit setelah terkena sinar matahari beberapa tahun. Panjang gelombang C berkisar 150-280 nm, sinar jenis C adalah gelombang sinar yang paling berbahaya dan mematikan. Sinar UV jenis C biasa di gunakan dalam sterilisasi karena kemapuannya membunuh bakteri dan virus.
Sinar A dan B menyebabkan kanker kulit bagi manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung. Sinar A menembus kulit lebih dalam dari pada B, akan tetapi daya rusaknya lebih rendah. Sinar A merusak sebagian sel yang di kemudian hari menyebabkan kanker kulit.
Sinar B menyebabkan kanker kulit secara langsung, karena daya rusaknya lebih besar dari A, terutama bagi mereka yang terlalu sering terkena sinar matahari secara langsung.
Jilbab mencegah kontak lansung antarakulit dan cahaya matahari sehingga kulit terlindung dari bahaya terkena matahari secara langsung. Secara ilmiah terbukti bahhwa terkena sinar matahari secara langsung dapat menyebabkan berbagai macam penyakit kulit yang berbahaya bagi manusia. Diantaranya adalah:
a. Sunburn (terbakar sinar matahari)
Sunburn terjadi akibat sengatan matahari yang kadarnya melebihi daya tahan kulit terhadap UV. Seperti luka bakar karena api baik gejala maupun tingkatannya. Suburn terjadi pada orang berkulit cerah setelah terkena terik matahari kurang dari seperempat jam. Sedangkan orang berkulit coklat (gelap) mampu bertahan di bawah terik matahari yang sama selama 3-9 jam.
Gejala sunburn tidak nampak seketika setelah terkena sinar matahari, akan tetapi setelah beberapa waktu. Gejalanya bermula dari rasa perih dan muncul warna merah.
Rasa perih akan mencapai puncaknya setelah 6-48 jam tersengat matahari. Umumnya terjadi pembengkakan kulit, terutama kulit kaki. Biasanya terik matahari di iringi hembusan hawa panas, dan hal ini kadang mengakibatkan demam.
b. Solar keratoses(peradangan kulit luar karena matahari)
Bentuknya seperti sisik-sisik kasar yang nampak pada bagian kulit yang terbakar. Keadaan ini dapat berkembang menjadi kanker kulit yang menyerang sel gepeng squamous cell.
Radang juga sering dijumpai pada tempat-tempat yang berulang kali terkena sengatan sinar matahari, terutama punggung tangan dan wajah. Bagian wajah yang sering radang adalah hidung, tonjolan pipi, bibir atas dan dahi. Penyakit ini lebih sering terjadi pada orang yang bekerja di area terbuka dalam jangka waktu lama. Pencegahan dapat dilakukan dengan melindungi kulit dari radiasi sinar UV.
c. Solar urticaria(gatal-gatal karena matahari)
Penyakit ini terjadi pada laki-laki maupun perempuan, namun jarang terjadi. Kebanyakan kasus terjadi sebelum usia 40 tahun. Gejalanya langsung nampak seketika setelah terkena sengatan matahari. Penyakit ini biasa menyerang wajah dan punggung tangan. Kondisi ini akan semakin parah seiring dengan makin lamanya seseorang terkena sengatan matahari.
d. Photosensitivity(kulit sensitif terhadap matahari)
Sifat sensitif pada cahaya terjadi akibat reaksi tak wajar, baik dari segi kualitas maupun kuantitas, antara kulit dan cahaya. Yang paling umum di dapati ialah reaksi antara sinar UV jenis B dengan sel-sel kulit. Efek yang timbul ialah kudis berwarna merah yang membengkak dan menimbulkan rasa nyeri. Hal ini dapat berlangsung dalam beberapa hari hingga berminggi-minggu.
e. Kanker kulit
Semua jenis kanker kulit adalah akibat dari terkena sinar matahari, terutama saat terik matahari dari pukul 10 pagi hingga pukul 4 sore. Para ilmuan meyakini bahwa sinar UV dapat merusak DNA dalam sel-sel kulit dan mengubahnya menjadi tumor kanker. Adapun daerah yang paling potensial terkena kanker kulit ialah wajah, telapak tangan, lengan dan betis.
Kulit-kulit yang terkena sunburn lebih potensial terkena kanker kulit. Seperti mereka yang menjemur tubuhnya dalam keadaan telanjang secara berkala (sunbath).
Sinar-sinar tersebut dapat merusak atau minimal melemahkan sel-sel antibodi yang tersebar di permukaan kulit. Akibatnya, pertumbuhan tumor kanker pun semakin ganas. Sinar-sinar tersebut juga berpengaruh pada kesehatan kulit dan keindahannya.
f. Squamous cell carcinoma(kanker sel gepeng / sel squama)
Penyakit ini tergolong kanker kulit yang paling luas penyebarannya. Penderitanya kebanyakan orang yang sensitif terhadap matahari. Penyakit ini di mulai dari peradangan kulit akibat terkena sinar matahari. Penyakit ini di mulai dari timbulnya sisi-sisik kecil yang muncul di wajah, telinga, dan tangan orang kulit putih, yang selama bertahun-tahun berjemur sambil telanjang di bawah sinar matahari.
g. In situ squamous cell carcinoma(kanker sel gepeng yang terlokalisir)
Juga dikenal dengan nama bonz. Sel-sel kankernya berkonsentrasi pada bagian luar kulit saja, luasnya berkisar antara satu hingga beberapa sentimeter. Penyebab utama dari kanker parsial ini adalah terkena sinar matahari yang mengandung UV.
h. Melanoma
Penyakit kanker yang berbahaya yang dapat diobati jika diketahui sejak dini. Ia merupakan pertumbuhan sel-sel kromatin pada lapisan luar kulit dan lapisan di bawahnya secara tak terkendali. Seperti halnya kanker lainnya, jenis ini mulanya seperti penyakit kulit, kemudian menyebar ke tempat-tempat lainnya seperti mata, mulut, dan otak. Penyakit ini dapat menjakiti semua umur, namun kebanyakan yang berumur 50-70 tahun. Korban yang meninggal dunia karenanya mencapai ratusan tiap tahun. Penyebab utama penyakit ini karena sering terkena sinar matahari ketika kanak-kanak.

Baca Juga:  Karakter Pemimpin Sepanjang Zaman yang Seharusnya Dimiliki

D. Karena Dirimu Istimewa

Dalam konsep Islam sudah jelas, tubuh perempuan adalah aurat yang haram dilihat dan diperlihatkan. Islam memiliki sejarah panjang dalam memanjakan perempuan. Islam pula yang telah berhasil menempatkan wanita di tempat terhormat. Di masa kejayaan Islam, perempuan menjadi sosok suci karena tidak ada yang menyentuh baik secara pandangan maupun fisik kecuali mahramnya. Ketika itu sangat langka kasus pelecehan wanita seperti yang sedang marak di zaman ini karena mereka aman dari gangguan lawan jenisnya. (QS. Al-Ahzab: 59). Berikut ini adalah keistimewaan muslimah berdasarkan hadits:
Aku bertanya “Ya Rasulullah, manakah yang lebih utama, perempuan dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?” Beliau menjawab “ Perempuan-perempuan dunia lebih utama daripada bidadari seperti kelebihan apa yang nampak dari apa yang tidak terlihat.” “Aku bertanya mengapa perempuan-perempuan dunia lebih utama daripada bidadari?” Beliau menjawab, “Karena sholat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiaannya berwarna hijau, perhiasaannya kekuningan, sanggulnya mutiara dan sisirnya terbuat dari emas” Mereka berkata “Kami hidup abadi dan tidak mati. Kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali. Kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali. Kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya” (HR Tbahari dari Ummu Salamah)
Mereka mampu mejaga diri sehingga Allah SWT memuliakannya melebihi derajat para bidadari di surga. Bukan seperti yang dipandang kaum sekuler, perempuan dijadikan sebagai alat bisnis, promosi produk. Asal dia mau, uang bejuta-juta mampir di saku. Berapa banyak sekarang mereka berlomba mengejar karir tanpa memperhatikan fitrahnya sebagai orang yang diistimewakan oleh Allah SWT dan Rasulullah saw selama 23 tahun  lamanya perjuangan untuk mengangkat derajat mereka.
Begitu mudahnya mereka korbankan harga dirinya demi segepok doku yang tak seberapa jika dibanding dengan kehormatannya. Tampil fungky dan trendy mengikuti masa kini. Emansipasi, HAM, dan seni dalih mereka mengelak ketika ada yang menegur. Bukan seperti itu saudariku. Ketika kita berada dalam suatu system maka ikutilah aturannya agar bisa selamatdan tidak ada penyesalan. Ketika telah mengakui diri beriman hendaknya mengikuti apa yang telah disyari’atkan. Sebelumnya pun telah dijelaskan bahwa menutup aurat dengan sempurna tidak akan menghalangi muslimah dalam berkarir. Untuk itu penulis menganjurkan bagi kalian untuk mempelajari sirah para Ashhabiyah.

Baca Juga:  Agar Puasa Tak Sekedar Lapar dan Dahaga

Bukan dari tulang ubun ia dicipta
Sebab berbahaya membiarkannya dalam sanjungan dan puja
Tidak juga dari tulang kaki
Karena nista menjadikannya diinjak dan diperbudak
Tetapi dari rusuk kiri
dekat di hati untuk dicintai
Dekat di tangan untuk dilindungi
 

Mahluk Istimewa Bernama Wanita


Pembukaan

BAB 1BAB 2BAB 3BAB 

BAB 5BAB 6BAB 7

BAB 8BAB 9

Yuk bantu share. Semoga jadi amal jariyah dengan ikut berbagi ilmu bermanfaat ini. Aamiin.
Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter
Pin on Pinterest
Pinterest
Share on Tumblr
Tumblr
Share on LinkedIn
Linkedin
Rate this article!