Menelaah Kebenaran Manfaat Suntik Vitamin C

Salah satu manfaat suntik vitamin C yang dikenal masyarakat adalah dapat membuat kulit terlihat lebih putih. Jika Anda juga termasuk yang memercayai hal tersebut, ada baiknya untuk mengetahui fakta di balik suntik vitamin C terlebih dahulu.

Suntik vitamin C memang memiliki manfaat bagi kesehatan, meski manfaat suntik vitamin C dalam memutihkan kulit masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Namun perlu diingat, dibalik manfaatnya, ada pula bahaya yang mengintai jika suntik vitamin C diberikan dalam dosis yang berlebihan. Untuk itu, penting memahami manfaat suntik vitamin C dan cara penggunaan.

Menelaah Kebenaran Manfaat Suntik Vitamin C - Alodokter

Asupan ke dalam tubuh bisa melalui konsumsi makanan yang kaya akan kandungan vitamin C, suplemen, atau bisa juga dengan suntik vitamin C. Vitamin C, yang juga dikenal dengan sebutan asam askorbat, merupakan salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh. termasuk sebagai yang bertugas melindungi kerusakan sel-sel tubuh akibat paparan radikal bebas.

Cairan asam askorbat atau vitamin C yang digunakan untuk penyuntikan berwarna jernih kekuningan. Terdapat beberapa metode penyuntikan vitamin C pada tubuh, yaitu melalui otot (intramuskular), penyuntikan di bawah kulit (subkutan), atau melalui pembuluh darah (intravena).

Dosis rata-rata harian asam askorbat yang disuntikkan untuk orang dewasa adalah 70-150 mg. Bagi orang-orang yang kekurangan vitamin C, dianjurkan menggunakan dosis harian sebanyak 300 mg hingga 1 gram.

Meski begitu, penting untuk memastikan prosedur dan dosis melalui pemeriksaan dan pertimbangan dokter terlebih dahulu.

Sebenarnya, manfaat suntik vitamin C belum terbukti sepenuhnya, sehingga masih diperlukan penelitian yang lebih menyeluruh. Berikut beberapa kemungkinan manfaat penyuntikan vitamin C:

Pemakaian maupun yang diperoleh dari asupan makanan dan suplemen, dapat membantu mengatasi berbagai masalah kulit, seperti keriput dan kulit kering, serta melindungi kulit terhadap paparan sinar ultraviolet. Sedangkan untuk suntik vitamin C, manfaatnya terhadap kulit masih terus diteliti, sebab belum terdapat bukti medis yang cukup.

Penyuntikan vitamin C mungkin diperlukan oleh mereka yang mengalami akut. Penyuntikan juga mungkin diperlukan bagi mereka yang kurang mampu menyerap vitamin C secara oral (melalui mulut).

Penyakit akibat kekurangan vitamin C disebut . Pada defisiensi vitamin C, seseorang dapat mengalami gejala seperti radang gusi, maupun kecacatan perkembangan tulang dan gigi. Sementara itu, beberapa kondisi medis, seperti batuk rejan, difteri, sinusitis, , atau demam rematik, dapat meningkatkan kebutuhan vitamin C pada penderitanya.

Vitamin C diperlukan untuk pembentukan kolagen dan perbaikan jaringan. Kolagen adalah protein dalam tubuh yang memberikan kekuatan dan struktur tubuh. terdapat pada kulit, otot, darah, tendon, serta tulang. Kekurangan vitamin C dapat berdampak kepada struktur kolagen, sehingga dapat menimbulkan lesi atau dan pembuluh darah.

Sebuah penelitian menemukan bahwa penyuntikan vitamin C dengan dosis tinggi dapat menghambat pertumbuhan sel kanker. Berdasarkan percobaan di laboratorium dan terhadap hewan, suntikan vitamin C dapat mengurangi pertumbuhan tumor otak, tumor pada indung telur atau ovarium, serta tumor pankreas. Namun, hingga saat ini belum ada bukti klinis bahwa penyuntikan atau konsumsi vitamin C dapat secara efektif menangani kanker pada manusia.

Namun beberapa penelitian lain menyatakan sebaliknya, bahwa antioksidan dosis tinggi dapat menghambat pengobatan kanker, karena menurunkan efek radioterapi dan kemoterapi terhadap sel-sel kanker. Maka dari itu, masih diperlukan penelitian yang lebih mendalam tentang kemungkinan manfaat suntik vitamin C pada pasien kanker.

tidak boleh dilakukan secara sembarangan, karena memiliki risiko memicu gangguan fungsi ginjal, termasuk batu ginjal. Oleh karena itu, suntik vitamin C juga tidak dianjurkan bagi penderita gagal ginjal.

Jika Anda berniat mendapatkan suntik vitamin C, pastikan untuk mendapatkannya di klinik atau rumah sakit, dan setelah melalui pemeriksaan untuk memastikan apakah Anda benar-benar membutuhkan suntik vitamin C.

Selain itu, karena penyuntikan vitamin C pada ibu hamil belum diketahui secara pasti apakah dapat membahayakan janin atau dapat berdampak pada kemampuan reproduksi, sebaiknya ibu hamil menghindari suntik vitamin C. Suntik vitamin C sebaiknya hanya diberikan kepada ibu hamil jika benar-benar dibutuhkan, dan harus di bawah pengawasan medis.

Agar manfaat suntik vitamin C didapatkan secara optimal, pastikan bahwa dilakukan oleh tenaga medis profesional, dan di bawah pengawasan dokter. Ini juga untuk mencegah terjadinya efek samping atau bahaya suntik vitamin C yang mungkin dapat berakibat fatal.

Leave a Reply