Mau Punya Website? Mulai 50rb saja Anda sudah bisa punya website sendiri

Mereka Ajarkan Kami ke Surga

Pagi dan sore keluarga kami berkumpul di ruang keluarga untuk berbagi dan mengobati rindu serta mengasa kasih sayang. Di ruang tersebut ayah, bunda, serta adik kecilku mendapatkan dan merasakan cinta dari mereka.

Pagi hari sebelum fajar ayah bangunkan semua, seisi rumah untuk menyiapkan diri, bersuci sebelum fajar tiba. Lantunan merdu menggema menyeru kami agar menuju tempat yang mulia.

Mereka Ajarkan Kami ke Surga

Ayah, bunda menginginkan kami, anak-anaknya menjadi anak shaleh. Mereka ajarkan pekerjaan mulia sejak muda. Perkataan kami terjaga. Pakaian, pergaulan, kesehatan pun terjaga karena bimbingan mereka.

Kami sujud dan ruku bersama menghadap sang pencipta untuk mensyukuri segala anugerah. Seraya merendahkan diri tunduk tak berdaya. Mereka ajarkan kami kesurga.

Memang awalnya mereka tidak mampu membuat kami seperti itu. Membangunkan kami dini hari tidak hanya sehari dua hari. Mereka tidak menyerah karena menginginkan kami memiliki masa depan cerah.

Bangunlah kami dan terbiasa walau usia masih dini. Mereka hanya ingin kami bisa bersama-sama ke surga. Seperti yang sering ayah dan bunda katakan ketika mengantarkan kami tidur malam. “Segeralah tidur nak supaya kita bisa shalat berjamaah”.

Siang hari kami dibina oleh bunda cara menjadi anak berilmu dan berakhlak mulia. Sungguh anak yang berperangai mulia tidak mudah didapati saat ini maka mereka menjaga dan memilih lingkungan yang baik untuk kami.

Diajari kami bicara kebenaran. Kami diajari berbicara dengan kelembutan. Tidak ada perkataan kotor yang pernah terlontarkan dari mulut kecil ini. Inilah nikmat yang harus kami syukuri.

Sore hari ayah pulang dari pekerjaannya sebagai pengajar di sebuah sekolah dekat tempat tinggal kami. Wajah letih terobati ketika adik kecilku dipangkunya dan ketika kami berikan segelas air untuknya.

Aku cium tangannya yang penuh jasa. Tangan pahlawan keluarga yang telah berjuang memberikan yang terbaik untuk kehidupan kami.

Ayah mencium pipiku dengan dibumbui senyumannya yang mulai tumbuh. Alhamdulillah, kini kami telah berkumpul bersama lagi.

Sebelum terbenam matahari, sebelum senja menghiasi langit bumi, ayah membimbing kami menuju tempat yang mulia itu. Seusainya, ayah ajari kami membaca kitab suci, mengapal beberapa surat dan ayat. Kami bangga memiliki ayah dan bunda yang selalu mengajari kami jalan ke surga.

Leave a Reply