Nasi Pindang Khas Kudus, Makanan Bangsawan yang Sekarang Merakyat…

0
5

Pusatsemangat.com – “Nasi Pindang Khas Kudus, Makanan Bangsawan yang Sekarang Merakyat…”. Selamat menikmati info menarik dari kami. Jangan lewatkan untuk membaca informasi ini sampai selesai. Semoga bisa berikan inspirasi.

SEMARANG, KOMPAS.com – Tak hanya terkenal dengan sotonya, Kota Kudus, Jawa Tengah pula milik kuliner unik, Nasi Pindang. Namun, bukan pindang berbahan ikan pada umumnya.

Kuliner Kudus terkenal dengan penggunaan daging kerbau untuk bahan daging. Masyudi Naspin (53), Pemilik Nasi Pindang Kudus dan Soto Sapi, di Semarang mengatakan sebab sapi sempat disucikan oleh sebagian masyarakat Kudus.

“Dahulu pas penjajahan yang mampu membeli daging sapi paling Belanda. Kalau pindang daging kerbau dijualnya ke priyayi pribumi,” jelas Masyudi, ketika berbincang dengan KompasTravel, di sela-sela trip kuliner “Kampung Legenda” bersama Mall Ciputra, di Semarang, Kamis (19/7/2018).

Nasi pindang menurutnya adalah kuliner khas Kudus yang sudah turun-temurun ada, sebelum keluargaya menggeluti kuliner ini. Ia tidak pernah tahu siapa yang memulai resep kuliner ini di Kudus.

Kudapan nasi pindang khas Kudus, di kedai Nasi Pindang Kudus dan Soto Sapi di Jalan Gajahmada Semarang yang sudah ada sejak 1987, Kamis, (19/7/2018).KOMPAS.com/MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Kudapan nasi pindang khas Kudus, di kedai Nasi Pindang Kudus dan Soto Sapi di Jalan Gajahmada Semarang yang sudah ada sejak 1987, Kamis, (19/7/2018).

Ia menceritakan pada masa kakek-kakeknya, sebelum usaha tersebut dimulai nasi pindang adalah hidangan mewah untuk bangsawan.

Dengan porsi kecil berisikan daging kerbau, kuliner ini mengimbangi kuliner-kuliner daging sapi bangsa kolonial ketika perayaan mereka.

“Priyayi itu dahulu sukanya porsi-porsi kecil, ga tau kenapa jadi nurun sampai saat ini, masih dijaga porsinya segini,” kata pria yang sudah 23 tahunan meracik kuliner Kudus ini.

Namun, lauk tambahan untuk pindang berupa jeroan sapi, yang tak dikonsumsi bangsa kolonial. Hal itu serupa dengan beberapa tambahan untuk jenis-jenis soto di Jawa.

Dulu, teknik penjualan nasi pindang ini persis soto, dipikul dengan keranjang berbahan bambu. Kakek hingga ayahnya yang adalah generasi awal usaha nasi pindangnya masih sempat berjualan dengan panggulan hinga tahun 90-an.

Nasi pindang di Kedai Nasi Pindang Kudus dan Soto Sapi di Jalan Gajahmada Semarang yang sudah ada sejak 1987, Kamis, (19/7/2018).KOMPAS.com/MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Nasi pindang di Kedai Nasi Pindang Kudus dan Soto Sapi di Jalan Gajahmada Semarang yang sudah ada sejak 1987, Kamis, (19/7/2018).

“Sempat eyang berjualan dengan pikulan atau angkring di daerah Tanah Mas, dari 1987-1990an” katanya.

 Soal penyajian, ia mengatakan nasi pindang mempunyai pakem beralaskan daun pisang, dan sendok daun, dapat daun lontar maupun daun pisang. Namun, sendok daun saat ini sudah tak digunakan, sebab pembeli lebih memilih sendok alumunium.

“Dahulu zaman orang tua saya, jual nasi pindang ini selain alas daun sendoknya pula daun pisang, atau lontar itu lho. Kini kan butuh cepat kalau makan, jadi (pelanggan) lebih milih sendok biasa,” kata Masyudi.

Seiring berjalannya waktu, keluarganya membawa kuliner ini ke Semarang dengan modifikasi penggunaan daging sapi yang lebih dapat diterima di Semarang. Inovasi itu dimulai sejak tahun 1987.

Hingga saat ini kedai Nasi Pindang Kudus dan Soto Sapi keluarganya sudah diwariskan ke tiga generasi. Kini, ia juga sudah menyertakan anaknya sebagai pewaris keempat.

Kedai yang buka sejak pukul 06.00 setiap harinya ini, rata-rata menghabiskan 10 kilogram daging. Bila hari raya besar dan libur panjang akhir pekan, ia dapat menghabiskan daging dapat sampai satu kuintal. Operasional kedainya saat ini dibantu 10 orang karyawan untuk kedai pusat.

Masyudi Naspin (53) pemilik kedai Nasi Pindang Kudus dan Soto Sapi di Jalan Gajahmada Semarang yang sudah ada sejak 1987, bersama anaknya calon pewaris kedai, Kamis, (19/7/2018).KOMPAS.com/MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Masyudi Naspin (53) pemilik kedai Nasi Pindang Kudus dan Soto Sapi di Jalan Gajahmada Semarang yang sudah ada sejak 1987, bersama anaknya calon pewaris kedai, Kamis, (19/7/2018).

Kelezatan Nasi Pindang Kudus & Soto Sapi Gajahmada ini sudah dinikmati segala kalangan. Di kedainya tidak sedikit dipajang foto-foto tokoh terkenal yang pernah menyantap nasi pindangnya, mulai penyanyi Andien, Afgan, Ahmad Albar dan lainnya.

Bagi yang ingin mencobanya, dapat berkunjung ke kedai Nasi Pindang Kudus dan Soto Sapi di Jalan Gajahmada nomer 89B, Semarang, Jawa Tengah. Selain itu, wisatawan pula dapat mengunjungi dua cabangnya yang tersebar di Semarang. Semuanya buka mulai pukul 06.00 – 22.00.

Biaya satu porsi nasi pindang dan soto di sini Rp 17.000. Anda dapat menambah jeroan sapi dengan Rp 12.000 dan telur pindang Rp 7.000.

Terimakasih telah membaca informasi dari kami tentang “Nasi Pindang Khas Kudus, Makanan Bangsawan yang Sekarang Merakyat…”. Informasi ini pernah diterbitkan di sini. Jangan sampai tak baca informasi menarik lainnya ya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here