Penculikan Menjadi Budaya

Selalu saja ada penculikan. Ini sebuah kisah nyata. Bukan rekaan. Bukan juga karangan. Ini juga sering terjadi di depan mata. Bahkan saya selalu jadi korbannya.

Begini ceritanya…Pada zaman dahulu ketika saya masih sangat kecil sekali, tidak ada kemudahan seperti zaman sekarang. Mau nyulik juga susah

Sekarang penculikan sudah tidak pandang usia. Dari usia anak-remaja-dewasa-kakek/nenek juga diculik.

Penculikan Menjadi Budaya

Dan penculikan ini terjadi tanpa disadari. Tanpa obat bius atau kekerasan. Tiba-tiba saja sudah berada di suatu tempat aneh yang di sana sudah terkumpul ratusan hingga ribuan orang. Mereka memiliki pertanyaan yang sama dengan saya, “Tempat apa ini?”
“Kenapa tiba-tiba saya di sini?”

Diketahui dengan pemberitahuan
… telah mengundang Anda untuk bergabung ke grup …

Saat itu pula saya langsung menghubungi pelakunya untuk meminta tidak ditambahkan lagi ke grup apapun.

Tapi tetap saja penculikan terjadi sampai sekarang. Sehari bisa sekaligus 5-10 grup oleh admin yang sama.

Ini pelajaran buat saya

Supaya nanti ketika membuat grup, tidak dengan cara paksa mengambil anggotanya, tetapi harus dengan cara suka rela.

Sekarang saya sudah punya grup belajar website yang saya gratiskan.

Grup Fb:
https://facebook.com/groups/1578528209107682

Grup WA:
https://chat.whatsapp.com/4y5A97jv4FhGsMvBRdwCJA

Grup Telegram:
https://t.me/joinchat/AAAAAEKaTi3DbL5D59mMSw

Mungkin Anda ingin belajar cara mudahnya, silakan jangan sungkan untuk bergabung.

Boleh dishare juga ya…

Yuk bantu share. Semoga jadi amal jariyah dengan ikut berbagi ilmu bermanfaat ini. Aamiin.
Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter
Pin on Pinterest
Pinterest
Share on Tumblr
Tumblr
Share on LinkedIn
Linkedin
Baca Juga:  Antara Coklat dan Cinta
Rate this article!
Penculikan Menjadi Budaya,5 / 5 ( 1votes )