Pentingkah Punya Website?

Punya website, tujuannya untuk apa? Coba tanyakan dulu pada pribadi masing-masing. Kalau sudah tahu tujuannya maka akan tahu juga seberapa pentingkah punya website. Jangan sampai mubadzir websitenya.

Sebagai pelajaran dari para klien saya yang pernah meminta bantuan kepada saya membuatkan website mereka. Ada yang membuat website dengan tujuan yang jelas. Ada juga yang membuat website asal jadi saja.
Saya sih terserah saja. Namanya juga diminta tolong membuatkan website. Setelah jadi websitenya maka sepenuhnya mengurus website menjadi tanggungjawab mereka.
Ada bedanya yang dibuatkan website dan punya tujuan dengan yang dibuatkan website tanpa tujuan. Untuk yang punya tujuan, setelah dibuatkan websitenya maka dia langsung mengisi websitenya dengan informasi penting tentang usahanya. Dia aktif bertanya dan langsung mempraktikkannya. Maka tidak heran jika popularitas website miliknya semakin hari semakin bagus.
Beda dengan yang satunya. Website yang sudah dibuat dengan biaya yang lumayan malah disia-siakan. Setelah jadi websitenya, ya sudah, putus hubungan. Tidak ada kata tanya ini dan itu. Alhamdulillah. Tapi kan sayang banget kalau websitenya tidak diurusi. Jadi mubadzir uang yang dikeluarkan untuk biaya pembuatan website.
Dari semua itu bisa tahu pentingkah punya website. Penting jika tujuannya jelas dan tidak penting kalau tidak ada tujuan membuat website.
Setelah tahu pentingnya punya website karena ada tujuan yang jelas, popularitas website pun akan meningkat.
Pentingkah Punya Website

Coba perhatikan! Saat Anda cetak brosur untuk promosi, berapa lembar yang Anda butuhkan? Misalkan Anda mencetak brosur membutuhkan 1000 lembar untuk sehari promosi. Cetak brosur harus minimal 1 rim. maka Anda buat ukuran HVS dibagi tiga. sehingga 1 rim dikali 3 sama dengan 1500 lembar. Jika promosinya untuk 3 hari maka dibutuhkan 3000 lembar, jadi Anda harus cetak 2 rim untuk 3 hari. Biaya cetak 1 rim 300000 rupiah. Tiga ratus ribu rupiah untuk 3 hari saja buat dibagikan kepada 3000 orang.

Resiko lainnya saat cetak brosur, yaitu jika ada salah tulisan harga misalnya, maka harus edit satu-satu. 3000 lembar harus diedit semua. belum lagi biaya transportasi dan lain-lainnya. Misalnya keluar biaya Rp 200.000,- maka total sekali promosi jadi Rp 300.000,- untuk biaya cetak ditambah Rp 200.000,- untuk biaya transportasi dan penyebaran brosur, dll maka biaya promosi keseluruhan jadi Rp 500.000,- untuk 3 hari. Diperkirakan biaya promosi satu brosurnya Rp 167,-

Pertanyaannya, berapa yang closing (beli/daftar)?

Lebih menyakitkan jika menemukan brosurnya dilipat-lipat jadi perahu atau pesawat. Ada yang lebih sangat membuat sakiiiit lagi saat menemukan brosurnya langsung dibuang di tong sampah. Ini semua harus dipertimbangkan saat cetak brosur.

Berapa persen yang closing? Ini ujungnya.

Bandingkan dengan membuat website. Sekali buat bisa untuk bertahun-tahun. Salah ketik, tinggal edit. Sekali klik langsung jadi dan tersebar ke seluruh dunia. Tanpa biaya transportasi. Bisa dikatakan sangat menghemat pengeluaran. Jangkauannya lebih luas hingga internasional.

Berapa biaya membuat website yang pakai dot COM untuk setahun?

Kalau mau minta tolong dibuatkan ke saya, paket HEMAT Rp 250.000,- saja untuk setahun. Nama website sudah pakai COM dan terindeks mesin pencari Google + dapat free konsultasi.

Jika tertarik, boleh hubungi
WA 085223736306
Fb facebook.com/asepsolikhin

Yuk bantu share. Semoga jadi amal jariyah dengan ikut berbagi ilmu bermanfaat ini. Aamiin.
Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter
Pin on Pinterest
Pinterest
Share on Tumblr
Tumblr
Share on LinkedIn
Linkedin

Leave a Reply