Pentingnya Berwirausaha Sejak Muda

Hari Rabu tanggal 26 kemarin, saya diundang mengisi kuliah untuk para mahasiswa. Request materinya lumayan berbobot yaitu tentang berwira usaha sejak usia muda.

Penting tidak ya berwirausaha sejak usia muda? Pertanyaan utama ini perlu jawaban yang benar-benar serius karena dalam masa ini diwajibkan untuk menempuh wajib belajar formal.

Anak di usia muda wajib mengikuti pembelajaran di sekolah, kalau diajarkan bekerja dibilangnya eksploitasi dan terkena pasal undang-undang. Padahal pengajaran berwirausaha itu mesti diberikan supaya anak ketika dewasa tidak melulu melamar kerja.

Ya, sudah membudaya sekarang. Lulus sekolah melamar kerja. Tapi lain ceritanya dengan yang sejak usia dini dilatih berwirausaha, setelah lulus sekolah dia bukan lamar jadi pekerja tetapi dia buka lapangan pekerjaan dan menerima lamaran.

Pentingnya Berwirausaha Sejak Muda

Di usia remaja sudah jadi pengusaha, bagaimana ceritanya? Sekarang saatnya membuat cerita baru pada anak-anak supaya tidak melulu bercita-cita jadi karyawan. Berilah impian pada mereka bahwa mereka bisa mandiri dalam hal finansial sejak dini.

Dengan pendidikan semacam ini, orang tua tidak akan dirisaukan oleh masa depan anak. Mereka sudah bisa mandiri sejak usia muda. Tinggal arahkan kepada cara yang benar sesuai ajaran agama. Mungkin bisa diajak ke pengajian seminggu sekali untuk belajar ilmu agama supaya ruhiyahnya terjaga kestabilannya.

Dalam kajian yang saya sampaikan pada waktu itu, saya sajikan pula kisah Rasullullah shalallahu alaihi wasalam. Beliau teladan umat Islam. Sejak usia belia sudah belajar betwirausaha. Dari kecil dalam asuhan ibu susunya, Halimah, beliau belajar menggembala. Usia 8 tahun sudah dapat gaji yang lumayan besar.

Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Ra. dalam kitab al-Bidayah wa an-Nihayah juz 1 halaman 295:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ” ما بعث الله نبيا إلا راعي الغنم ” فقال له أصحابه ” وأنت يا رسول الله ؟”. قال “وأنا رعيتها لأهل مكة بالقراريط “.

Rasulullah Saw. bersabda: “Sesungguhnya tidaklah Allah Swt. mengutus seorang nabi, kecuali NABI tersebut pernah menggembala kambing.”

Baca Juga:  Ini yang Pasti Membuat Penghasilan Anda Turun Drastis

Para sahabat bertanya: “Dan juga Engkau wahai Rasulullah?”

Rasulullah Saw. menjawab: “Benar, aku telah menggembalakan kambing milik penduduk Makkah dengan mendapati upah beberapa qirath (nilai uang masa itu).”

Usia 12 tahun, beliau diajari oleh pamannya berdagang ke luar negeri, ke negeri Syam. Kalau zaman sekarang disebutnya ekspor dan impor. Bayangkan, usia 12 tahun sudah berwirausaha ekspor-impor ke negeri Syam yang meliputi Syiria, Jordan dan Lebanon saat ini. Sebagai seorang yatim piatu yang tumbuh besar bersama pamannya beliau ditempa untuk tumbuh menjadi wirausahawan yang mandiri. Zaman sekarang kita sedang dimana? Iya di bangku sekolah.

Usia 14 tahun terjadi perang Fijar. Beliau ikut serta dalam perang antar suku Quraisy dengan suku Qais. Lebih istimewa lagi, beliau pun ikut andil dalam perundingan perdamaian kedua suku yang mendapatkan hasil membanggakan. Usia 14 tahun sudah dipercaya oleh suku Quraisy menjadi salahsatu perwakilan dalam perundingan perdamaian. Subhanallah, integritasnya sudah dimiliki beliau sejak remaja.

Karir bisnis selanjutnya yaitu di usia 17 tahun. Beliau telah diserahi wewenang penuh untuk mengurusi seluruh bisnis pamannya, Abu Thalib pada usia tersebut.

Ini merupakan masa tersulit dalam perjalanan bisnisnya. Beliau harus bersaing dengan pemain senior dalam perdagangan regional. Namun dengan kecerdasan yang Allah ta’ala berikan padanya, beliau mendapati titik keemasan dalam berwirausaha. Masa keemasan bisnisnya ini tercapai ketika usia beliau antara 20-25 tahun.

Tidak seperti yang diberitakan oleh orang-orang yang kurang pemahamannya. Mereka tidak mengetahui kisah ini. Mereka mengira rasulullah adalah anak yatim yang miskin, kemudia jadia kaya karena menikah dengan janda kaya. Ini kisah yang keliru. Apalagi kisah bahwa Rasulullah menjadi karyawan Khadijah. Terus bagaimana bisa, beliau mampu mendapatkan keuntungan besar saat Khadijah meminta beliau menjualkan perniagaannya tanpa didasari pengalaman dan keahlian berwirausaha? Pastinya beliau adalah seorang wirausahawan sukses dan sudah lihai sebelum diminta tolong menjualkan perniagaan Khadijah.

Baca Juga:  Pendapatan Naik Terus, ini Rahasianya

Mungkin kisah berikut pun jarang yang tahu. Muhammad shalallahu alaihi wasalam adalah sosok pengusaha sukses dan kaya. Di antara informasi tentang kekayaan beliau sebelum kenabian adalah jumlah mahar yang dibayarkan ketika menikahi Khadijah Binti khuwalaid. Konon, beliau menyerahkan 20 ekor unta muda sebagai mahar. Dalam riwayat lain, ditambah 12 uqiyah (ons) emas. Suatu jumlah yang sangat besar jika dikonversi ke mata uang kita saat ini.

Kisah ini sangat jarang bahkan tidak pernah disampaikan dalam acara pengajian tentang kisah Rasulullah shalallahu alaihi wasalam. Ceritanya singkat-singkat, seperti semasa sebelum lahir, lahir jadi yatim. Usia 6 tahun yatim piatu. 8 tahun kakeknya meninggal dan diasuh Abu Thalib. Langsung loncat ke usia 25 menikah dengan Khadijah. Loncat lagi ke usia 40, kisah menerima wahyu. Loncat lagi ke kisah Hijrah. Loncat lagi ke kisah Isra Mi’raj tanpa dijelaskan proses penyebabnya.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa saat mendidik anak hendaknya dikisahkan pula tentang perjalanan Rasulullah agar mereka menjadikan beliau sebagai suri tauladannya juga ternspirasi untuk hidup mandiri sejak muda. Melalui cara ini, selain mengajarkan kemaindirian juga sekaligus mengajarkan nilai religius pada mereka sehingga mereka sudah matang dan lebih siap untuk bermasyarakat.

Yuk bantu share. Semoga jadi amal jariyah dengan ikut berbagi ilmu bermanfaat ini. Aamiin.
Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter
Pin on Pinterest
Pinterest
Share on Tumblr
Tumblr
Share on LinkedIn
Linkedin
Rate this article!