Mau Punya Website? Mulai 50rb saja Anda sudah bisa punya website sendiri

Penyebab Seseorang Menjadi Jomblo

Siapa yang mau jadi penghuni panti jomblo. Jomblo alias menyendiri tanpa memiliki pasangan. Merupakan fitrah manusia sebagai mahluk ciptaan Allah yaitu memiliki pasangan. Bagi yang tidak memiliki pasangan berarti tidak mengikuti fitrah. Maka dari itu menikah menjadi ibadah dalam Islam. Maka menikah dijadikan sebagai penyempurna agama dan itu adalah perbuatan yang disunnahkan dan berpahala. Namun ada saja yang beralasan atau memiliki alasan penyebab seseorang lama sekali menjomblo menjadi bujangan atau perawan seumur hidup. Mereka menikah pada usia kepala empat atau lebih yang sudah pantas dipanggil nenek atau kakek. Berikut ini penyebab mereka betah menjadi jomblo atau terpaksa menjadi jomblo.

Terlalu Sibuk
Sibuknya aktivitas harian menjadikan seseorang dituntut fokus menyelesaikan pekerjaannya. Jika ditunda-tunda maka beresiko bertumpuknya pekerjaan yang belum terselesaikan.

Penyebab Seseorang Menjadi Jomblo

Aktivitas yang semakin padat membuatnya tidak terpikirkan untuk berkeluarga. Pikirannya terfokuskan pada padatnya pekerjaan dan deadline. Ditambah lagi pekerjaan tidak pernah ada habisnya, selesai satu pekerjaan, muncul lagi pekerjaan lainnya maka kesibukannya seakan tidak ada kata selesai. Izin sehari saja maka semakin banyak pekerjaan menumpuk, menunggu untuk diselesaikan.

Ngejar Karir
Setelah lulus sekolah langsung nyari kerja. Di sinilah muncul obsesi mendapat kedudukan yang lebih tinggi. Setelah tercapai maka mengharap bisa mendapat kedudukan yang lebih tinggi lagi. Jadi artis kalau belum terkenal terus ngejar karir. Entah kategori artis apa, yang penting top markotop. Kalau sudah top baru mikir untuk nikah. Bagaimana kalau tidak tercapai juga? Mungkin menikahnya kalau sudah darurat saja.

Ada yang karirnya sudah tinggi tapi tidak punya pasangan juga. Biasanya ingin bebas bertanggungjawab.

Bebas Tanggungjawab
Kalau sudah punya pasangan, misalnya punya istri maka tanggungjawab orangtua istri diserahkan kepada suaminya. Tanggungjawab orangtua sudah mencapai puncaknya yaitu menikahkan anaknya.

Orang yang lama tidak memiliki pasangan walaupun mampu maka dipertanyakan sikap ketangguhannya. Menikah membuat seseorang berusaha belajar menjadi dewasa. Belajar bertanggungjawab bukan membebaskan diri dari tanggungjawab. Itu yang menjadikan seseorang semakin dewasa.

Bebas Gonta-ganti Pasangan
Hidup glamor diliputi hedonisme. Bergelimang kesenangan menghamburkan harta kekayaan demi mendapatkan kesenangan.

Termasuk gonta-ganti pasangan, akibatnya tidak satupun yang serasi dan inilah yang membuatnya selamanya tidak menikah dan tidak punya pasangan. Dengan tidak menikah maka merasa pasangannya itu siapa saja. Bebas memilih tipe apa saja pasangannya.

Bingung Memilih
Banyak pilihan yang mengakibatkan lama memilihnya karena bingung mau memilih siapa. Ada yang menawarkan tetapi mungkin karena laku jadi tawarannya tidak hanya satu melainkan banyak yang disodorkan. Kelamaan memilih mengakibaatkan dia keburu lanjut usia.

Terlalu Ideal
Ingin punya pasangan sesuai kriterianya. Ingin yang sempurna baginya. Padahal banyak kriteria yang lebih dari kriterianya tetapi entah terlalu ideal sehingga menolak yang menawarkan padanya.

Kalau sudah keduluan oleh orang lain baru menyesal. Menyesalnya pun terlalu lama sehingga berlarut-larut yang menjadikannya lupa bahwa memilih pasangan jangan terlalu ideal. Pilih pasangan yang bagus agamanya, itu yang utama.

Tidak Ada yang Memilih
Usia sudah matang, hidupnya sudah mapan tapi belum juga punya pasanga. Tidak ada seorangpun meliriknya, entah mungkin karena kurang menarik atau apa penyebab dia tidak laku yang berakibat menjomblo terus.

Keluarga Tidak Stabil
Broken home menjadikan anak terlantar dan kurang perhatian. Sedangkan anak sangat membutuhkan perhatian. Ketika itu terjadi maka anak merasa kehilangan teladan, siapa yang akan diikutinya. Dia takut ketika menikah nanti akan sama nasibnya dengan pernikahan orangtuanya.

Tidak Mau Bergaul
Sebagai manusia sebagai mahluk bermasyarakat hendaknya bergaul. Bagaimana bisa dikenal oleh orang lain jika tidak bergaul. Bagaimana bisa ditawari calon pasangan kalau tidak ada yang mengenalnya.

Terlalu Pemalu
Terlalu pemalu menjadikan seseorang menjauh dari lingkungannya. Merasa minder dan merasa diri tidak sepadan dengan yang lain. Padahal orang lain menganggapnya biasa saja. Terlalu pemalu menjadikannya dijauhi orang atau menjadikannya jauh dari orang lain. Dengan demikian calon pasangannya tidak akan mendekati bahkan semakin menjauhi.

Terlalu Pendiam
Terlalu Pendiam biasanya senang menyendiri. Merasa risih jika terlalu ramai. Lebih senang hidup sendirian daripada bersama orang lain. Maka yang seperti ini tidak memikirkan memiliki pasangan dalam hidupnya.

Studi Belum Beres
Syarat dari orang tua kalau mau nikah harus bereskan studi dulu. Setelah jadi sarjana disuruh lanjut kagister dan harus selesai kalau mau nikah. Setelah beres magister disuruh lanjutkan doktoral. Sudah beres doktoralnya, usia sudah telat nikah.

Belum Punya Penghasilan
Alasan yang sering ditemu adalah penghasilan. Mau dikasih makan apa nanti istri dan anak kalau tidak punya penghasilan? Jawab saja, dikasih makan nasi dan lauk pauknya yang bergizi.

Ngejar karir yang tinggi dengan gaji yang tinggi pula. Kalu penghasilan sudah tetap baru mendapat restu dari orangtuanya.

Tidak Mau Sengsara
Kalau punya istri bisa tambah sengsara karena dianya sendiri sengsara. Ada perempuan yang tidak mau sengsara sehingga menunggu orang kaya melamarnya. Dia tidak mau menikah sebelum mendapatkan orang kaya.

Sedikit Ilmu Agama
Sedikitnya ilmu agama membuat seseorang kurang motivasi untuk menikah. Ketakutan-ketakutan pelaksanaan pernikahan hingga setelah pernikahan, ketakutan berkelanjutan. Kalau nikah harus persiapkan ini dan itu, ribet. Setelah menikah harus urusi ini dan itu. Tanggungjawab orang tua sudah lepas maka ketakutan bertambah karena kurangnya bekal ilmu agama. Padahal agama sendiri mempermudah umatnya untuk beribadah. Panganutnya saja masih bercampur pemahamannya dengan adat istiadat yang memberatkan. Rasa berat dan khawatir inilah penyebab menjadi jomblo yang berkepanjangan.

Leave a Reply