Remaja Cerdas say YES VALEsTINE day! Valentine No way…

Remaja Cerdas say YES VALEsTINE day! Valentine No way...

(Sebuah Pencerahan Ringan)

Masa remaja memang masa yang paling asik. Masa transisi menuju dewasa. Masa itulah puncaknya kegalauan. Masa itulah harus benar-benar penuh perhatian sangat perlu diberikan. Dilarang, akan berontak bahkan lebih memilih jalan pintas. EGOnya tinggi, ikut-ikutan apa yang menurutnya baik untuknya.

Perlu pengarahan, agar emosi yang memuncak, kreatifitas yang meninggi bukan untuk dihalangi. Arahkan dan fasilitasi dengan hal-hal menarik, dengan hal-hal yang positif. Biarkan mereka berkreasi sesuka hati namut tertap dikemudi agar sesuai dengan syariat.

Masa remaja rasa penasarannya sungguh hebat. Apapun di hadapannya selalu ingin dicicipi. Tidak peduli hukumnya apa yang penting kalau enak bisa lanjut dan kalau tidak enak akan berhenti saat itu juga. Alihkan perhatian, berilah penghargaan, selalu berikan sugesti positif agar mau mengikuti Anda yang positif.

Manyinggung St. Valentine. Dia pahlawan cinta bangsa Eropa yang dianut seluruh dunia dengan iklannya merajalela di berbagai media. Apa hubungannya dengan coklat? Tentunya jauh sekali dengan sejarahnya. Apa hubungannya dengan hari kasih sayang, bertukar pasangan, cari pasangan baru, pacaran, atau free x? Dalam sejarahnya sama sekali tidak mengarah kesana.

St. Valentine. Dia memperjuangkan PERNIKAHAN yang bertentangan dengan gereja, bukan hubungan tanpa setatus yang marak di muka bumi. Apalagi coklat, apalagi freex wow itu sangat jauh dari alur cerita.

Jika memang ingin menghormati St. Valentine, silakan pelajari sejarahnya bukan mengikuti budaya yang tidak jelas. Jika ingin berikan cinta, tak usah menungggu tangggal 14 Februari. Jika ingin cinta sejati, ya menikah saja. Bila memang menolak hal ini, tentu hanyalah hawa nafsu yang sedang menguasai.

Khusus bagi muslim. Hendaknya tak usah mengikuti. Jauhi sejauh-jauhnya. Itu bukan dari kalangan kita. Kita punya teladan sendiri yang lengkap dan jelas sejarahnya dari sebelum lahir, ketika lahir, kanak-kanak, remaja, dewasa, hingga setelah ketiadaannya. Dialah Rasulullah SAW. Begitu pula para sahabatnya yang lengkap sejarahnya dan jelas pula hingga akhir hayatnya yang sudah jelas divonis SUKSES di dunia dan akhirat. Para tabiin, para ulama juga salafusalih. Mengambil mereka sebagai teladan adalah lebih utama. Daripada ST. Valentine yang sejarahnya pun masih banyak pertentangan dan GAJEBO. Ditambah lagi dengan kebiasaan yang gak nyambung dengan sejarahnya. Tentu tak elok jika dikerumuni.

Kembali pada remaja. Masa ini begitulah adanya. Mudah terbawa arus karena memang masa itu sedang mencari arah. Mau dibawa kemana pun mau saja, yang penting happy. Belum lagi artis-artis dengan berbagai metode kaum SEPILIS (Sekuler-Pluralis-Liberalis) yang menjadikan samar-samar seolah yang buruk itu benar dengan bungkus seindah mungkin untuk menghancurkan generasi.

Atas nama cinta, atas nama hak asasi SEPILIS bersembunyi diketiaknya. Mana sejatinya cinta? Mana kewajiban asasinya? Saya pun bilang WOW sambil garuk-garuk kepala.

Coklat-oh coklat. Apakah ini ada hubungannya dengan perusahaan coklat? Boleh jadi, ini adalah trik mendapatkan omzet besar perusahaan coklat. Sialakan cari (google.com), perusahaan coklat terbesar dunia, mereka tak jauh dari negara kelahiran St. Valentine. Makanya iklannya juga tersebar di mana-mana melalui tanggal 14 Februari bahwa mengungkapkan cinta itu dengan memberi coklat kepada someone. Padahalkan bisa pakai apa saja semua bisa melakukannya.

Indonesia juga termasuk 10 produsen bahan baku coklat terbesar (kakao) yang diekspor ke pengusaha coklat di luar sana. Dengan demikian bisa diindikasikan bahwa hal diatas ada kepentingan bisnis perusahaan. Jika masih tetap mengikuti yang GAJE tadi maka Selamat, Anda sedang dan sudah dimanfaatkan untuk memenuhi kepentingan mereka.

Remaja Cerdas say YES VALEsTINE day! Valentine No way…

Yuk bantu share. Semoga jadi amal jariyah dengan ikut berbagi ilmu bermanfaat ini. Aamiin.
Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter
Pin on Pinterest
Pinterest
Share on Tumblr
Tumblr
Share on LinkedIn
Linkedin

Leave a Reply