STOP Melamar Kerja, Saatnya Bangun Usaha Sendiri! Begini Caranya

Budaya ini sudah tidak asing lagi. Budaya melamar kerja setelah lulus Sekolah. Banyak bermunculan lembaga menawarkan ijazah. Penyelenggara paket hadir di mana-mana. Ini menjadi solusi bagi yang menginginkan selembar ijazah tanpa menunggu waktu sekolah formal yang lama.
Mindset sudah terbangun bahwa setelah lulus sekolah harus bisa kerja. Bekerja harus melayangkan surat lamaran dilampiri selembar ijazah. Iya, tidak masalah bagi mereka yang memang dituntut untuk memenuhi syarat dalam kebijakan perusahaan dan telah bekerja lama di sana. Tapi hendaknya yang sekolah formal janganlah selalu mengharap melamar kerja tapi jadilah orang yang membangun usaha sehingga banyak yang melamar kerja di sana. Jadi bukan dirinya yang dilamar tetapi orang lain yang melamar di perusahaannya.
Tapi memang sudah membudaya dan pemahaman melamar kerja tidak mudah dihilangkan. Hanya mereka yang sudah jatuh bangun dalam membangun usaha. Mereka tidak ingin melamar kerja. Mereka tetap berjuang mempertahankan usahanya dan tidak pedulikan pembicaraan yang dapat merusak semangatnya.
Budaya ini sudah tidak asing lagi. Budaya melamar kerja setelah lulus Sekolah. Banyak bermunculan lembaga menawarkan ijazah. Penyelenggara paket hadir di mana-mana. Ini menjadi solusi bagi yang menginginkan selembar ijazah tanpa menunggu waktu sekolah formal yang lama.  Mindset sudah terbangun bahwa setelah lulus sekolah harus bisa kerja. Bekerja harus melayangkan surat lamaran dilampiri selembar ijazah. Iya, tidak masalah bagi mereka yang memang dituntut untuk memenuhi syarat dalam kebijakan perusahaan dan telah bekerja lama di sana. Tapi hendaknya yang sekolah formal janganlah selalu mengharap melamar kerja tapi jadilah orang yang membangun usaha sehingga banyak yang melamar kerja di sana. Jadi bukan dirinya yang dilamar tetapi orang lain yang melamar di perusahaannya.  Tapi memang sudah membudaya dan pemahaman melamar kerja tidak mudah dihilangkan. Hanya mereka yang sudah jatuh bangun dalam membangun usaha. Mereka tidak ingin melamar kerja. Mereka tetap berjuang mempertahankan usahanya dan tidak pedulikan pembicaraan yang dapat merusak semangatnya.    Bagi orang ini, mempertahankan bisnisnya adalah lebih terhormat daripada melamar kerja. Karena melamar kerja sama dengan meminta diterima kerja, sedangkan orang yang memiliki bisnis ini menjadi orang yang menciptakan lapangan kerja sehingga di tengah sulitnya mendapat lapangan pekerjaan, dia malah membuka dan menambah lapangan kerja.  Maka ubah pemikiran para penuntut ilmu agar tujuan mereka sekolah bukan berujung dengan surat lamaran pekerjaan. Jika memang ingin ikut dalam urusan usaha mka berpikir untuk membangun lapangan usaha adalah peluang besar. Jangan sampai orang asing yang menjadi boss. Seperti era global sekarang, banyak perusahaan asing di negeri ini tetapi rakyat pribumi menjadi pekerjanya. Zaman belanda juga sama, rakyat pribumi disuruh banting tulang untuk menanam rempah-rempah yang kemudian dibeli dengan harga murah, lalu mereka jual ke luar negeri dengan harga tinggi. Nasib rakyat pribumi makin buruk. Jangan sampai masa seperti itu terulang lagi. Ayo perbaiki dari saat ini dengan menanamkan bahwa kita yang harus memiliki usaha, bukan orang lain.
Bagi orang ini, mempertahankan bisnisnya adalah lebih terhormat daripada melamar kerja. Karena melamar kerja sama dengan meminta diterima kerja, sedangkan orang yang memiliki bisnis ini menjadi orang yang menciptakan lapangan kerja sehingga di tengah sulitnya mendapat lapangan pekerjaan, dia malah membuka dan menambah lapangan kerja.
Maka ubah pemikiran para penuntut ilmu agar tujuan mereka sekolah bukan berujung dengan surat lamaran pekerjaan. Jika memang ingin ikut dalam urusan usaha mka berpikir untuk membangun lapangan usaha adalah peluang besar. Jangan sampai orang asing yang menjadi boss. Seperti era global sekarang, banyak perusahaan asing di negeri ini tetapi rakyat pribumi menjadi pekerjanya. Zaman belanda juga sama, rakyat pribumi disuruh banting tulang untuk menanam rempah-rempah yang kemudian dibeli dengan harga murah, lalu mereka jual ke luar negeri dengan harga tinggi. Nasib rakyat pribumi makin buruk. Jangan sampai masa seperti itu terulang lagi. Ayo perbaiki dari saat ini dengan menanamkan bahwa kita yang harus memiliki usaha, bukan orang lain.
Baca Juga:  Antara Penikmat dan Pejuang
Yuk bantu share. Semoga jadi amal jariyah dengan ikut berbagi ilmu bermanfaat ini. Aamiin.
Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter
Pin on Pinterest
Pinterest
Share on Tumblr
Tumblr
Share on LinkedIn
Linkedin