Tips Agar Kuat Ketika Berpuasa

Puasa atau shaum (siyam) adalah salah satu aktivitas yang dapat mengubah seseorang yang mengerjakannya. Perubahan tersebut bisa menjadi baik atau sebaliknya. Tentu yang diharapkan adalah berubah kepada keadaan positif.

Tujuan Puasa Bermacam-Macam
Ada orang yang menjalankan puasa untuk menjaga kesehatan tubuh. Ada yang mengerjakan puasa untuk membantu proses penyembuhan. Biasanya dilakukan ketika menjelang masa operasi. Ada yang melakukan puasa untuk memperoleh kekuatan tertentu. Ini yang sering dilakukan oleh para penggali ilmu kesaktian. Ada yang mengerjakan puasa karena memang tidak punya makanan atau minuman. Ada yang puasa karena perintah agama. Yang terakhir inilah yang akan dibahas kali ini.

Puasa Wajib
Puasa menjadi suatu ibadah yang wajib dikerjakan oleh umat Islam. Puasa ini dilaksanakan setiap hari sepanjang bulan Ramadhan. Puasa yang dimaksud adalah menahan diri dari makan dan minum sejak terbit fajar (menjelang subuh) hingga terbenamnya matahari (waktu maghrib).

Kebiasaan Kondisi Badan Saat Puasa
Yang namanya tidak makan dan minum pasti kita merasakan kehausan dan kelaparan. Keadaan tubuh makin lemas dan bawaannya selalu ngantuk dan lelah. Wajar karena sudah terbiasa makan dan minum di siang hari dan ketika berpuasa tidak ada asupan energi pada waktu tersebut. Untuk mengatasinya kebanyakan dihabiskan untuk tiduran dan bangunnya pas waktu magrib. Keadaan ini terjadi di awal-awal saja, sebab tubuh masih mengadakan penyesuaian diri. Nanti juga akan terbiasa.

Aturan Makan Saat Puasa
Dikarenakan saat berpuasa tidak boleh makan dan minum. Kita harus berusaha semampu dan sekuat tenaga menahan diri dari makan dan minum. Oleh karenanya Islam sudah mengatur semua itu. Agar kuat saat puasa, kita disunnahkan untuk makan sahur. Sahurnya juga yang sesuai sunnah yaitu diakhirkan. Waktunya menjelang fajar sehingga energinya juga banyak terhimpun.

Agar Kuat Ketika Berpuasa

Saat berbuka juga Islam sudah mengaturnya. Kita disunnahkan menyegerakan berbuka. Ini sungguh luar biasa. Sudah sahurnya diakhirkan dan berbukanya disegerakan, bukankah ini sangat meringankan yang berpuasa?

Baca Juga:  Dengan Cara-Nya Engkau Terpelihara

Namun sayangnya di luar sana masih saja ada yang sengaja menyimpang. Seperti makan sahur bada Isya, tengah malam, dan waktu lainnya yang sebenarnya memberatkan diri pelakunya. Juga melakukan berbuka sampai menunggu waktu isya hingga ada juga yang menunggu datangnya tengah malam. Ini juga memberatkan diri yang berpuasa. Atau malah menyambungnya dengan hari berikutnya tanpa melakukan berbuka (Puasa Wishol). Puasa semacam inilah yang diharamkan.

Puasa wishol artinya menyambung puasa dua hari berturut-turut atau lebih tanpa berbuka. Puasa wishol adalah haram atas umat ini kecuali bagi Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam menurut pendapat yang paling kuat di kalangan para ‘ulama.
Hal tersebut berdasarkan hadits Abdullah bin ‘Umar, Abu Hurairah, ‘Aisyah dan Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhum riwayat Al-Bukhary dan Muslim. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam menyatakan :

“Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam melarang dari puasa wishol, maka para sahabat berkata : “Sesungguhnya engkau melakukan wishol?”. Beliau menjawab : “Sesungguhnya saya tidak seperti kalian saya diberi (kekuatan) makan dan minum.”

Jangan sampai kita berpuasa jauh dari sunnah. Sudah puasanya menyusahkan diri, bukan pahala yang didapat melainkan dosa karena puasanya tidak sesuai dengan yang telah diperintahkan Rasulullah salallahu alaihi wasallam.

Yuk bantu share. Semoga jadi amal jariyah dengan ikut berbagi ilmu bermanfaat ini. Aamiin.
Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter
Pin on Pinterest
Pinterest
Share on Tumblr
Tumblr
Share on LinkedIn
Linkedin
Rate this article!